SDLC
SDLC (software development life cycle) adalah siklus yang harus dilakukan pada proses pembangunan perangkat lunak. Umumnya terdiri dari tahap berikut: analisis, perancangan, coding, pengujian, dan perawatan.
Bagaimana tahapan-tahapan tersebut dilaksanakan, akan tergantung pada model proses yang dipilih. Ada model water fall, prototyping, spiral, dll… Atau yang terbaru: Agile model… (ttg agile model, kita bahas di posting berikutnya).
3 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
yuk yuk moving ke agile model yuuukkk
saya (masih) pake UP yani, i luv it, tapiii..
(nanti saya cerita di post saya ahhh, pbasari.wordpress.com pbasari.multiply.com)
sy mau tanya nih, bedanya metodologi SDLC dan UML terletak dimana yah.. dan setiap tahapan SDLC ada gak di UML?…
thanks
@andy:
SDLC dan UML sama-sama bukan metodologi.
SDLC (S/W development life cycle) memberikan gambaran tahapan pembangunan perangkat lunak, mulai dari pengumpulan kebutuhan, analisis, design, coding, dan testing.
UML adalah notasi yang dapat kita gunakan untuk memodelkan hasil analisis dan hasil design kita.
Jadi, jika kita misalnya menggunakan metode berorientasi-objek (mis. RUP=Rational Unified Process), kita bisa menggunakan UML sebagai notasi untuk memodelkan hasil analisis dan design-nya. Tapi jika kita menggunakan metode terstruktur, kita menggunakan notasi lain untuk memodelkan hasil analisis dan design-nya, seperti DFD, ERD, dll.