Tahukah kamu ? (5)
Effort untuk melakukan coding pada rangkaian tahap software development bisa ditekan hingga hanya 20%.
Effort terbesar seharusnya dialokasikan untuk tahap design… Dari hasil design yang lengkap, dapat dibangkitkan source code (atau paling tidak skeleton-nya) dengan bantuan tool.
Yang biasa terjadi adalah, design secukupnya, kemudian coding … debuging… coding… debuging… coding…
Bisa-bisa, effort coding dan debuging mencapai 80%…
Jadi, pastikan design sudah dibuat cukup detil… Jangan bebani programmer dengan sisa pekerjaan design…
8 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
setuju, Bu
saya suka coding, tapi saya tidak suka coding berlebihan.
(pengalaman PPL kemarin)
yani..
kalo main pake tools tools generator, hihihi, boleh ga?
sekarang mainannya ada tabel, generate jadi class
ada tabel, generate jadi form..
desain itu bebaaaannnn sekali, karena saya merasa belum tahu bentuk wujudnya kalo belum di-code, hehehehehe
boleh kan quick design (spt di prototyping model)
Petra, memang harus begitu.. Sekarang bukan jamannya coding dari awal…
Ayi, untuk pakai tools, tetap saja kita harus merancang dulu… Tabel harus dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan data juga kan ? Quick design seperti di agile process model boleh-boleh saja untuk kasus tertentu…
Setelah saya mengalami kerja praktek, sekarang kerasa banget yang namanya butuh dokumentasi, karena saya kp-nya memang jadi programmer beneran, ga pake nyicip jadi analyst, waktu di PPL, hehe..
Hmm, apakah kodenya “sebersih” kalau misal dikode sendiri oleh sang pemrogram, Bu? Hehe, biasanya sih kode yang di-generate terasa kurang “clean”.
-Diaz-
@Diaz,
contohnya kurang “clean” gimana, nih?
Diaz, mungkin gaya memrogramnya yang kurang sreg dengan kita ya ? Tantangannya adalah membuat code generator yang pas untuk banyak orang…
@Diaz: kodenya bisa jadi bersih-bersih aja, kalo generatornya bagus.. Di tempat saya, udah diprektekin generator dari input tabel di file excel dengan output beberapa file java dan hasilnya memuaskan kok. Jadi kalo ada yang gampang, ngapain dibuat susah?