Tahukah kamu ? (3)
Cost untuk melakukan perawatan perangkat lunak (maintenance) bisa mencapai 80% dari seluruh cost yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikannya hingga akhirnya software tersebut harus retired.
Jadi, sebuah organisasi atau perusahaan yang menggunakan software sebagai pendukung pekerjaannya, harus mengalokasikan dana yang cukup untuk maintenance… Bukan hanya menyediakan dana untuk development saja…
Software Project semester lalu…
Kuliah software project semester lalu menghasilkan 20 software yang dapat dikategorikan dalam 3 kelompok:
- education
- enterprise application
- entertainment
Banyak yang keren… Dan saya sangat puas dengan hasil yang dicapai…
Terima kasih banyak untuk Bu Fazat (partner mengajar), untuk semua peserta kuliah yang sudah bekerja keras… Dan tentu saja untuk korps asisten (Rindhu dkk) yang telah pontang-panting mengawal project…
OK, kita launch di software vaganza semester depan ya…
Students, promote your product here !!
Tahukah kamu (?) (2)
Lebih dari 75% software house yang memiliki CMMI level 5 ada di Bangalore – India. Di Indonesia ??
Baca di sini:
Why “India Inside” Spells Quality
Did you know that 75% of the world’s CMM Level 5 software centers were in India?
Here’s how the quality movement transformed the Indian IT services industry
Monday, October 27, 2003
Europe, and the need for ISO certification, provided the trigger to the quality movement in India. But the real impetus came after Motorola’s software center at Bangalore became the world’s second CMM Level 5 unit in 1994 (the first was at NASA). Even for those familiar with India’s software industry, this is a startling number.
There are 80 software centers on the planet that are assessed at CMM Level 5. Of all those centers, 60 are in India.
UML vs UP/RUP
UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa/notasi pemodelan yang dapat kita gunakan pada pembangunan perangkat lunak. Akan tetapi, bahasa saja tidak cukup. Kita perlu definisi proses atau metode yang dapat kita ikuti/lakukan dalam pembangunan perangkat lunak. Unified Process atau Rational Unified Process mendefinisikan hal ini.
Jadi jelas, UML *bukan* metode… hanya bahasa/notasi…
Untuk membangun perangkat lunak, kita perlu mengacu model proses atau metode tertentu, misalnya RUP.
RUP menggunakan UML sebagai bahasa pemodelannya…
UML untuk Web Engineering
Ada yang berbeda dalam memodelkan hasil analisis dan design pada web engineering, karena karakteristik aplikasi berbasis web yang memang berbeda. UML yang biasa kita gunakan sebagai notasi, perlu dilengkapi dengan stereotype khusus.
Kita tidak sempat membahas sampai detil di kuliah Software Engineering semester lalu. Kuliah itu 4 SKS, tapi materi harus diberikan juga terlalu banyak. Di kurikulum baru nanti, hal ini akan dibahas lebih tuntas di kuliah Advanced Software Engineering… Tunggu semester tayangnya …
Building Application Framework
Membangun application framework berbeda dengan membangun application software. Application software dibangun spesifik untuk solusi persoalan tertentu. Sedangkan framework dibangun agar di atasnya bisa kita bangun beberapa application software.
Untuk mengakomodasi variasi application software yang akan dibangun di atasnya, harus diidentifikasi sekumpulan hot spot, yaitu bagian framework yang bisa diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi spesifik yang akan dibangun di atasnya. Selain itu, ada frozen spot yang merupakan bagian framework yang berlaku seragam untuk seluruh aplikasi yang akan dibangun di atasnya.
Metode ini digunakan Andresta (2003) untuk mengembangkan application framework untuk sistem informasi sekolah. Masih sederhana.. but it’s a good work …
Tahukah kamu ? (1)
Apabila mengacu pada standar MIL-STD-498 (software standard yang relatif sederhana), maka kita harus membuat 22 jenis dokumen teknis pembangunan perangkat lunak. Dan apabila ingin mengacu pada standar yang lebih kompleks seperti IEEE 12207, maka kita harus membuat 35 jenis dokumen.
Jadi dear students, tugas kuliah Proyek Perangkat Lunak yang setumpuk itu ternyata belum seberapa… ![]()
A good manager…
Modal yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi a good manager adalah gut, heart, and soul. Kita harus punya gut untuk memutuskan sesuatu, untuk menempatkan the right man on the right place… Kita harus punya heart sehingga ‘bawahan’ kita akan selalu dengan senang hati bekerja dengan kita… Dan kita harus berhasil membangun soul dari tim yang kita bentuk…
Sudahkah anda memilikinya ??
(dari jurnalnya Mr. T – tokoh dalam novel Deadline-nya Tom De Marco)
-
Archives
- January 2010 (1)
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

