Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

Penerapan BPM pada SOA

Brahmasta (2003) melakukan kajian penerapan Business Process Management (BPM) di dalam perangkat lunak berbasis Service-Oriented Architecture (SOA). Tujuannya adalah agar pengubahan proses bisnis yang biasanya berakibat pada pengubahan perangkat lunak dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif.

Kajian tersebut mencakup pembuatan model penerapan BPM pada SOA, implementasi model tersebut dalam sebuah studi kasus, dan pengujian pengubahan proses bisnis pada studi kasus tersebut. Perangkat lunak Virtual Research Center (VRC) dijadikan sebagai studi kasus. VRC adalah perangkat lunak berbasis web yang memfasilitasi organisasi pusat penelitian untuk melakukan manajemen penelitian.

Terbukti, proses bisnis yang sering berubah dapat ditangani dengan lebih mudah dengan bantuan BPMS seperti Intalio. Dan aplikasi pendukungnya yang berarsitektur service oriented, relatif lebih mudah diubah untuk mengakomodasi pengubahan proses bisnis di atasnya. Good work Bram !

July 8, 2008 - Posted by yaniwid | final project | | 7 Comments

7 Comments »

  1. Tentang ginian bakal dipelajarin di kuliah mana Bu ? :)

    Comment by ghifar | July 9, 2008

  2. Mudah-mudahan nanti di RPL Lanjut ya…
    Sebelumnya memang tidak ada di kuliah. Beberapa bahasan baru biasanya diekplor saat TA. Mahasiswa belajar, dosennya juga belajar .. :-)

    Comment by yaniwid | July 9, 2008

  3. Wah makasih bu pujiannya :D
    Sebenarnya topik SOA ini sendiri masih luas loh. Saya sendiri baru ngangkat ujung atasnya. Hehe, semoga ntar banyak yang bisa eksplorasi lagi, saya sendiri sih pengennya bisa mendalami lebih lanjut tentang ini. Tapi ga ada waktu sekarang..

    Comment by brahmasta | July 15, 2008

  4. Wah,,semakin penasaran nih,,sama yang namanya SOA,,
    Kalau boleh tau, implementasi SOA di perangkat lunak itu seperti Bu?
    Apa harus dihubungkan dulu dengan PL lain,,supaya terjadi interoperability gitu?
    *Baru baca2 sedikit tentang SOA*

    Comment by tina | July 22, 2008

  5. SOA (service oriented architecture) adalah arsitektur perangkat lunak yang memandang service sebagai elemen perangkat lunak. Aplikasi dengan arsitektur ini akan menyajikan fungsionalitasnya dalam bentuk komposisi service. Istilahnya koreografi/orkestrasi service.
    Keuntungannya adalah, fungsionalitas yang berubah bisa ditangani dengan cara mengkomposisi ulang service, karena biasanya service relatif jarang berubah.
    Jika diterapkan pada aplikasi berbasis web, service umumnya disajikan dalam bentuk web service.
    Fungsionalitas aplikasi berbasis web bisa diramu dari berbagai web service yang tidak harus berada di satu site
    Mudah-mudahan sedikit menjelaskan…

    Comment by yaniwid | July 23, 2008

  6. wah asyik kalo masuk materi kuliah, jadi pengin kuliah lagi.

    Setahu saya (CMIIW) sudah ada standard lengkap untuk web-service, dari pendefinisian web service, service discovery, hingga masalah interoperability. Kalo interoperability, bisa mengacu ke standard ws-i (skr sudah standard iso, dulu hanya rekomendasi).

    Kalo masalah security (WSS) saya kurang tahu. Apakah sudah ada standard nya?

    Jadi penasaran jg dengan orchestration-nya. Apakah mirip BPEL?

    Comment by feri widiasmara | July 25, 2008

  7. Ayo Feri… kuliah lagi…
    Ya, standard untuk web service memang sudah lumayan lengkap. Bahkan juga untuk WS generasi ke-2, termasuk WS-Security. Tapi, ternyata implementasinya masih terbatas. Jadi, waktu kami mau implementasi WS-Security, terpaksa mengimplementasikan sendiri mekanisme otentikasi dan enkripsinya. UDDI juga masih sulit dicari hasil implementasinya…
    Orkestrasi web service yang saya tahu memang dalam rangka memodelkan proses bisnis tertentu. Selanjutnya, bisa di-generate WS-BPEL yang siap dieksekusi BPEL engine…

    Comment by yaniwid | July 28, 2008


Leave a comment