Tahukah kamu ? (11)
Di awal perkembangannya, memrogram dianggap sebagai art work. Orang bisa memrogram dengan gayanya masing-masing. Hal ini masih dimungkinkan karena belum banyak orang yang membutuhkan dan menggunakan software. Software hanya dibuat untuk kalangan dan kebutuhan yang terbatas. Saat itu, semua pihak -developer dan customer- masih happy..
Akan tetapi, seiring dengan makin banyaknya kebutuhan akan software, dan semakin kompleksnya persoalan yang harus diselesaikan, pendekatan seperti itu tidak dimungkinkan lagi. Crisis on the horizon… Mulai banyak cerita tentang kegagalan software. Mulai banyak pihak yang kecewa…
Software engineering mulailah didefinisikan dan berkembang…
Jadi, sekarang ini bukan saatnya memrogram dengan gaya sendiri. Bukan saatnya membuat software seperti membuat karya seni. Ada metode yang bisa diikuti… Ada pakem-pakem yang bisa dituruti… Ada coding standard yang harus diketahui…
3 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- July 2009 (1)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
- December 2008 (13)
- November 2008 (21)
- October 2008 (26)
- September 2008 (25)
- August 2008 (35)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- soa
- software architecture
- software metrics
- software process
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Ibu Yani, sering terjadi dalam perkuliahan yang bertopik software engineering, mahasiswa merasa bosan/kurang tertarik. Padahal sebenarnya topik ini penting karena berisi antara lain standard/prinsip2 yang berkaitan dengan pembangunan sotfware yang berkualitas dan tepat waktu. Apa saran Ibu agar pengajaran software engineering menjadi menarik ?
Mbak Yustin, saya juga masih mengalami hal yang sama. Mhs saya masih ada yang tertidur kalau saya sedang ngajar
Apalagi kalau ngajarnya setelah jam makan siang (13.00) atau jam tidur siang (15.00)…
Yang saya pelajari dari beberapa senior adalah:
- pastikan bahwa mahasiswa tahu kenapa harus belajar materi tsb, dan apa manfaatnya buat mereka
- sesekali (misalnya tiap 20 menit), saya menyelipkan kartun untuk sejenak mengalihkan perhatian atau membangunkan yang tertidur… Mhs akan sulit untuk tetap konsentrasi dalam waktu yang lama…
- learning by doing biasanya akan membuat mhs tidak terlalu bosan; jadi, sesekali memberi tugas di kelas juga OK..
*pelaku tidur di kelas bu Yani*
tapi emang dulu sering banget ya kelas Ibu pas abis jam makan siang