OOA vs OOD
Di mana batas antara OOA dan OOD ? Cukup banyak yang menganggap bahwa OOA sebatas mengidentifikasi objek/kelas, lalu pada OOD akan dilengkapi dengan atribut dan method tiap kelas. Apakah cukup seperti itu ? Coba lihat lagi Analisis vs Perancangan…
Seharusnya, OOA berfokus pada identifikasi objek/kelas yang dapat menggambarkan domain problem. Kelas pada model analisis bisa juga sudah dilengkapi dengan atribut dan deskripsi tanggung-jawab (responsibilities) kelas.
Pada OOD, kita mulai membuat model design yang mengarah pada solusi yang siap diimplementasikan. Kita juga sudah mulai menetapkan lingkungan implementasi (bahasa pemrograman, DBMS, dl). Tiap kelas ditinjau lagi lebih detil. Suatu kelas mungkin sudah tersedia pada library bhs pemrograman yang akan digunakan. Atau, kita bisa menurunkannya (inherit) dari kelas yang sudah ada. Kita juga mulai melihat kebutuhan kelas-kelas antarmuka. Umumnya cukup banyak kelas-kelas GUI yang sudah tersedia. Mana yang akan kita gunakan. Interaksi antar objek/kelas lebih diperjelas, sehingga akhirnya diperoleh signature yang tepat dari setiap atribut dan method kelas.
Jadi, model analisis (hasil OOA) dan model design (hasil OOD) jelas akan berbeda…
-
Archives
- November 2009 (1)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
- December 2008 (13)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS