Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

OOA vs OOD

Di mana batas antara OOA dan OOD ? Cukup banyak yang menganggap bahwa OOA sebatas mengidentifikasi objek/kelas, lalu pada OOD akan dilengkapi dengan atribut dan method tiap kelas. Apakah cukup seperti itu ? Coba lihat lagi Analisis vs Perancangan…

Seharusnya, OOA berfokus pada identifikasi objek/kelas yang dapat menggambarkan domain problem. Kelas pada model analisis bisa juga sudah dilengkapi dengan atribut dan deskripsi tanggung-jawab (responsibilities) kelas.

Pada OOD, kita mulai membuat model design yang mengarah pada solusi yang siap diimplementasikan. Kita juga sudah mulai menetapkan lingkungan implementasi (bahasa pemrograman, DBMS, dl). Tiap kelas ditinjau lagi lebih detil. Suatu kelas mungkin sudah tersedia pada library bhs pemrograman yang akan digunakan. Atau, kita bisa menurunkannya (inherit) dari kelas yang sudah ada. Kita juga mulai melihat kebutuhan kelas-kelas antarmuka. Umumnya cukup banyak kelas-kelas GUI yang sudah tersedia. Mana yang akan kita gunakan. Interaksi antar objek/kelas lebih diperjelas, sehingga akhirnya diperoleh signature yang tepat dari setiap atribut dan method kelas.

Jadi, model analisis (hasil OOA) dan model design (hasil OOD) jelas akan berbeda…

July 29, 2008 - Posted by yaniwid | introduction | | 3 Comments

3 Comments »

  1. nah disini ini bu.. kadang suka bikin bingung, karena just in theory, saya sulit menemukan kasusnya di dunia nyata (atau mungkin saya belum sampai ke level sana).

    mungkin dari pengalaman tugas PPL kemarin, yang membuat bingung mungkin yang membuat web app, karena template yang ada sekarang kayaknya lebih cocok ke app biasa.

    selain itu, standar notasi juga kadang membuat saya rada stress, karena tool UML yang memenuhi template yang tersedia di IF sekarang hanya ada di windows (staruml dan rational rose, ga tau kalo ada yang pake lainnya) tapi di linux yang paling bagus yang sudah pernah saya coba (bouml dan umbrello) tidak selengkap staruml atau rational rose, jadilah ada diagram yang tidak bisa dibuat.

    akhirnya untuk bikin diagram pake staruml :D , padahal niatnya dah mau full ngerjain di linux hehehe…

    bisa ga bu ngasih contoh dokumen OOA dan OOD yang baik dan benar? terima kasih.

    Comment by inoex135 | July 30, 2008

  2. Iya Wisnu.. Sebaiknya memang tidak hanya teori..
    Kita lihat contoh ya.. Misalnya di OOA kita mengidentifikasi kelas-kelas berikut:
    - IRent (kelas boundary)
    - RentMgr (kelas controller)
    - Book dan Transaction (kelas entity)
    Di OOD, kita detilkan IRent dengan memanfaatkan pustaka GUI yang akan kita gunakan, misalnya jadi kelas turunan dari kelas Form. Untuk memungkinkan aplikasi agar bisa bekerja dengan berbagai DBMS, kita tambahkan kelas DBConnection
    dan kelas MySQLConnection (turunan dari DBConnection). Kira-kira seperti itu…

    Umbrello dan bouml belum lengkap ? Aha! Tantangan baru untuk dijadikan topik TA ya.. :-)

    Comment by yaniwid | July 31, 2008

  3. [...] Realisasi use case dilakukan di tahap analisis dan berlanjut di tahap design. Bedanya, realisasi use case tahap analisis melibatkan objek dan kelas  tahap analisis, sedangkan realisasi use case tahap design melibatkan objek dan kelas tahap design. Apa bedanya ? Lihat lagi posting OOA vs OOA… [...]

    Pingback by Realisasi Use Case « Yani’s Weblog | February 18, 2009


Leave a comment