DFD: common mistakes
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi pada pemodelan DFD:
- magic; sebuah proses (bubble) hanya mempunyai output (tidak punya input); proses tersebut tiba-tiba berjalan tanpa ada trigger apapun ?
- black hole; sebuah proses (bubble) hanya mempunyai input (tidak punya output); buat apa diproses kalau tidak dibutuhkan suatu keluarannya ?
- data store yang hanya diisi saja, tidak pernah dibaca; buat apa menyimpan data kalau tidak diperlukan?
- data store yang hanya dibaca saja, tidak pernah diisi; seringkali alasannya adalah data hanya diisi di awal saja, manual… Jika kasusnya seperti ini, ubah data store jadi entitas eksternal
- data masukan (input) suatu proses sama namanya dengan data keluaran (output) dari proses tersebut; data hanya ‘jalan-jalan’ keluar masuk proses ?
- tidak balanced; jumlah data masukan dan keluaran suatu proses -A, misalnya- tidak sama dengan jumlah data masukan dan keluaran pada DFD level berikutnya untuk proses A; gunakan tool agar terhindar dari kesalahan ini…
- data dari entitas eksternal ‘nyelonong’ masuk ke data store; harusnya ada proses yang menuliskannya ke data store
- data dari sebuah data store pindah sendiri ke data store lain; harusnya ada proses yang memindahkannya…
Apa lagi ya ?
7 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- January 2010 (1)
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
bu, pernah memanfaatkan DFD untuk pengerjaan proyek gak bu?
kok saya ngerasa DFD kurang berguna yah..
hehe..
soalnya ga ngerasa rugi karena ga ngerti..
@anggri :
well, pasarnya sepertinya kurang ^_^
orang2 kebanyakan pakai OOP, sih
kegampangan soalnya jadinya, hehehehe.
@anggri:
Pernah dong. Duluuuu…
Kalau memang nggak diperlukan, nggak perlu digunakan. Sudah lulus kuliah RPL kan ?? Untuk memodelkan proses, DFD cukup powerfull. Bahkan real-time S/W juga bisa dimodelkan dengan DFD + CFD (control flow diagram)…
Haloooo Yaniiiii, apa kabaar…??
Blognya Se sekaleee…..:-))) he he he…jadi ingat jaman kuliah dulu. BTW dalam DFD seingat saya ada external entity, yang mewakili orang/department. External entity ini tidak boleh ‘nyelonong’ pergi ke database, harus ada proses di yang menghubungkan external entity dengan database.
Demikian juga external entity tidak bisa berhubungan langsung external entity. Harus ada proses juga di antaranya…
Bener gak ya..?? *sambil nginget nginget*
Deshintaa, apa kabar juga ? Saya baik-baik saja. Masih betah di sana ? Iya, blog-nya seputar SE. Hanya ini yang saya bisa…
External entity yang berhubungan dengan external entity lain tidak perlu digambarkan, karena di luar lingkup.
alo bu…
di Politeknik Batam juga diajarkan ttg DFD dan use case milik UML
Halo Hilda…
Ya, sebaiknya memang tetap belajar DFD juga (salah satu diagram untuk metode terstruktur) selain berbagai diagram UML untuk metode OO.