Home > introduction > Kebutuhan Fungsional vs Non Fungsional

Kebutuhan Fungsional vs Non Fungsional

Pada tahap requirement gathering, kita harus mengumpulkan kebutuhan S/W selengkap-lengkapnya, kebutuhan fungsional maupun kebutuhan non fungsional. Kebutuhan fungsional berhubungan dengan fitur S/W yang ingin dibuat, sedangkan kebutuhan non fungsional tidak secara langsung terkait pada fitur tertentu. Kebutuhan non fungsional memberikan batasan pada kebutuhan fungional.

Contoh kebutuhan fungsional adalah (mis. untuk aplikasi perpustakaan) meminjam buku (mencatat peminjaman buku), mengelola denda, dll. Contoh kebutuhan non fungsional adalah keamanan (aplikasi hanya bisa diakses oleh pengguna yang berhak), performansi (respon aplikasi tidak boleh lebih dari 2 detik), dll.

Baik kebutuhan fungsional maupun non fungsional, harus dapat diukur dan dievaluasi di akhir pekerjaan, untuk menentukan keberhasilan dan kelengkapan pekerjaan…

About these ads
Categories: introduction
  1. henry
    February 14, 2009 at 7:14 am

    Ga jelas Bu perbedaan antara FR dan NFR.

    ISO 9126 menyatakan security adalah bagian dari fungsional. Dalam contoh pembatasan jumlah akses yang diberikan, saya bisa bayangkan ada sebuah fungsi yang mengecek jumlah akses pada saat tertentu dan jika sudah melebih jumlah maksimum, maka akses baru akan ditolak.

    Untuk usability atau maintaibility, kira-kira bagaimana cara mengukurnya Bu?

  2. February 16, 2009 at 9:36 am

    Menurut saya apakah security itu FR atau NFR akan tergantung dari jenis P/L yang sedang kita buat. Jika yang kita buat adalah P/L untuk mengelola keamanan jaringan, maka fitur-fitur fungsionalnya tentu berbagai aspek security seperti membatasi jumlah akses, memblokir pengguna tertentu, dst. Fitur NF-nya misalnya, akurasi, performansi…
    Tapi untuk P/L on-line store, security bisa jadi NFR, misalnya yang boleh mengakses hanya pengguna yang sudah terdaftar. Fitur fungsionalnya adalah membeli barang, memesan barang, dst…
    Tidak perlu bingung dengan istilah. Pastikan saja bahwa seluruh kebutuhan sudah diidentifikasi, dan bisa diukur untuk menentukan keberhasilannya.

    Usability, misalnya untuk aspek ease of use, bisa diukur dari waktu yang dibutuhkan pengguna untuk belajar dulu sebelum bisa menggunakan P/L tsb. Tebal tipisnya dokumen manual bisa menjadi indikator. Jika manualnya tebal, artinya perlu effort besar untuk belajar menggunakan P/L tsb. Tapi kalau manualnya singkat atau bahkan tidak perlu ada, saking friendly-nya P/L tsb, tentu nilai usability makin tinggi…

    Maintainability misalnya bisa diukur dari modularitas program (coupling; cohesion). Atau dari waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi. Tapi yg terakhir ini bisa diukur setelah P/L tsb masuk cukup lama digunakan…

  3. April 24, 2009 at 12:49 pm

    bagaimana format baku untuk menjabarkan kebutuhan fungsional dan non-fungsional suatu sistem? Apakah hanya cukup ditulis secara singkat dalam satu paragraf? Saya minta dokumen yang menjabarkan kebutuhan fungsional dan nonfungsional suatu sistem, jika ada..

  4. April 25, 2009 at 3:47 pm

    Tidak ada aturan/format baku untuk menulis kebutuhan fungsional dan non fungsional. Yang penting jelas, tidak ambigu, dan bisa ‘diukur’ sehingga setelah software-nya jadi, kita tahu apakah seluruh kebutuhannya sudah dipenuhi atau tidak. Penting juga untuk memberi ID pada setiap kebutuhan.
    Contoh ? Wah, harus main ke Lab RPL dong…

  5. weltam
    March 11, 2010 at 11:07 am

    yg paling sulit adalah mendefinisikan requirement yg benar.
    requirement juga harus dapat ditest. rumit juga yah.. :D

  6. March 15, 2010 at 5:54 pm

    Ya, memang sulit. Keberhasilan/kegagalan di tahap ini menentukan keberhasilan/kegagalan pembangunan P/L…

  7. oby
    May 6, 2010 at 11:32 am

    ok lah kl begitu…
    tp sy mau tanya kl secara teoritis definisi analisis kebutuhan sistem fungsional dan non-fungsional itu apa?
    ada lagi analisis dokumen, analisis kelayakan sistem, analisis informasi?

  8. May 10, 2010 at 2:22 pm

    @oby:
    Analisis kebutuhan yang diuraikan di atas adalah analisis kebutuhan S/W. Fokusnya adalah APA yang ingin dilakukan S/W yang akan dibangun. Termasuk di dalamnya analisis kebutuhan informasi apa yang harus diolah…
    Analisis dokumen (mungkin) dalam rangka mengumpulkan kebutuhan fungsional juga ya ? Analisis kelayakan sistem bertujuan untuk menjawab apakah sistem yang ingin dibangun memang mungkin/bisa dibangun. Baik dari sisi teknologi, (mungkin) pasar, dll…

  9. Ecp
    June 9, 2010 at 1:04 am

    Yang benar yang mana ya bu mengenai spesifikasi kebutuhan, apakah seperti yang diuraikan diatas ada 2 : Kebutuhan Fungsional dan Non Fungsional… atau 3 dengan penambahan Kebutuhan Data (Data Masukan dan Keluaran).
    Mohon infonya.

  10. June 11, 2010 at 12:00 pm

    Cukup seperti di atas. Kebutuhan data secara eksplisit bisa muncul pada kebutuhan fungsional. Misalnya, “P/L harus mampu mengelola data buku”. Selanjutnya, analisis kebutuhan data akan menghasilkan detil dari kebutuhan data…

  11. ray medio magsya
    December 16, 2011 at 10:27 pm

    bu
    bsa bri contoh lebih pada NFR ny gak??
    misalnya pda ksus lain
    mksih seblumnya

  12. January 10, 2012 at 9:41 am

    Ray, NFR memang biasanya cukup bebas domain, tidak tergantung pada domain persoalan yang ingi. diselesaikan. Contoh lain NFR adalah model proses/metode yang harus digunakan, standard dokumentasi yang harus dibuat, kemudahan penggunaan (usability), dan lain-lain. Semoga bisa membantu…

  13. June 21, 2012 at 1:13 pm

    mumet tenan kalo dah hbungan ma sistem informasi… sdkit memberikan gambaran antara fungsional vs non fungsional

  14. September 30, 2012 at 7:44 pm

    Kalau pada Sistem Informasi Penjualan contoh apakah yang tepat untuk kebutuhan fungsional dan non fungsional ?? :)

  15. diah
    December 2, 2013 at 8:29 am

    Menurut pemahaman saya, NFR terkait dengan kualitas P/L dan FR terkait dengan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh P/L. Misal security, seperti informasi dari bu Yani, kalau dikaitkan dengan pengembangan P/L security, akan masuk FR. Sedangkan untuk online shop, kriteria security seperti pembatasan hak akses untuk masing-masing user akan masuk NFR.

  16. lacuka
    December 16, 2013 at 5:35 pm

    ngepet ga jelas amat ini bahasan apa an sih? ambigu, lebar kemana2

  17. March 19, 2014 at 11:21 am

    Hoooaaammmzzzz

  18. April 12, 2014 at 9:26 am

    duh, terlalu banyak singkatannya, jadi mumet bacanya :(

  19. lala
    May 7, 2014 at 9:43 pm

    tidak ngerti

  20. November 5, 2014 at 5:11 pm

    Bila anda ingin menerjemahkan makalah/buku tentang IT, silahkan hubungi kami di:

    https://www.facebook.com/pages/Indonesian-Language-Services/353757111453488?ref=hl

  1. May 2, 2012 at 4:51 pm
  2. January 3, 2014 at 11:11 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: