<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kebutuhan Fungsional vs Non Fungsional</title>
	<atom:link href="http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/</link>
	<description>it's all about software engineering...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 03:12:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yaniwid</title>
		<link>http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/#comment-699</link>
		<dc:creator>yaniwid</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 08:47:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yaniwid.wordpress.com/?p=434#comment-699</guid>
		<description>Tidak ada aturan/format baku untuk menulis kebutuhan fungsional dan non fungsional. Yang penting jelas, tidak ambigu, dan bisa &#039;diukur&#039; sehingga setelah software-nya jadi, kita tahu apakah seluruh kebutuhannya sudah dipenuhi atau tidak. Penting juga untuk memberi ID pada setiap kebutuhan.
Contoh ? Wah, harus main ke Lab RPL dong...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada aturan/format baku untuk menulis kebutuhan fungsional dan non fungsional. Yang penting jelas, tidak ambigu, dan bisa &#8216;diukur&#8217; sehingga setelah software-nya jadi, kita tahu apakah seluruh kebutuhannya sudah dipenuhi atau tidak. Penting juga untuk memberi ID pada setiap kebutuhan.<br />
Contoh ? Wah, harus main ke Lab RPL dong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ayipeiger</title>
		<link>http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/#comment-698</link>
		<dc:creator>ayipeiger</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 05:49:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yaniwid.wordpress.com/?p=434#comment-698</guid>
		<description>bagaimana format baku untuk menjabarkan kebutuhan fungsional dan non-fungsional suatu sistem? Apakah hanya cukup ditulis secara singkat dalam satu paragraf? Saya minta dokumen yang menjabarkan kebutuhan fungsional dan nonfungsional suatu sistem, jika ada..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana format baku untuk menjabarkan kebutuhan fungsional dan non-fungsional suatu sistem? Apakah hanya cukup ditulis secara singkat dalam satu paragraf? Saya minta dokumen yang menjabarkan kebutuhan fungsional dan nonfungsional suatu sistem, jika ada..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yaniwid</title>
		<link>http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/#comment-601</link>
		<dc:creator>yaniwid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yaniwid.wordpress.com/?p=434#comment-601</guid>
		<description>Menurut saya apakah security itu FR atau NFR akan tergantung dari jenis P/L yang sedang kita buat. Jika yang kita buat adalah P/L untuk mengelola keamanan jaringan, maka fitur-fitur fungsionalnya tentu berbagai aspek security seperti membatasi jumlah akses, memblokir pengguna tertentu, dst. Fitur NF-nya misalnya, akurasi, performansi...
Tapi untuk P/L on-line store, security bisa jadi NFR, misalnya yang boleh mengakses hanya pengguna yang sudah terdaftar. Fitur fungsionalnya adalah membeli barang, memesan barang, dst...
Tidak perlu bingung dengan istilah. Pastikan saja bahwa seluruh kebutuhan sudah diidentifikasi, dan bisa diukur untuk menentukan keberhasilannya.

Usability, misalnya untuk aspek ease of use, bisa diukur dari waktu yang dibutuhkan pengguna untuk belajar dulu sebelum bisa menggunakan P/L tsb. Tebal tipisnya dokumen manual bisa menjadi indikator. Jika manualnya tebal, artinya perlu &lt;i&gt;effort&lt;/i&gt; besar untuk belajar menggunakan P/L tsb. Tapi kalau manualnya singkat atau bahkan tidak perlu ada, saking &lt;i&gt;friendly&lt;/i&gt;-nya P/L tsb, tentu nilai usability makin tinggi...

Maintainability misalnya bisa diukur dari modularitas program (coupling; cohesion). Atau dari waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi. Tapi yg terakhir ini bisa diukur setelah P/L tsb masuk cukup lama digunakan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya apakah security itu FR atau NFR akan tergantung dari jenis P/L yang sedang kita buat. Jika yang kita buat adalah P/L untuk mengelola keamanan jaringan, maka fitur-fitur fungsionalnya tentu berbagai aspek security seperti membatasi jumlah akses, memblokir pengguna tertentu, dst. Fitur NF-nya misalnya, akurasi, performansi&#8230;<br />
Tapi untuk P/L on-line store, security bisa jadi NFR, misalnya yang boleh mengakses hanya pengguna yang sudah terdaftar. Fitur fungsionalnya adalah membeli barang, memesan barang, dst&#8230;<br />
Tidak perlu bingung dengan istilah. Pastikan saja bahwa seluruh kebutuhan sudah diidentifikasi, dan bisa diukur untuk menentukan keberhasilannya.</p>
<p>Usability, misalnya untuk aspek ease of use, bisa diukur dari waktu yang dibutuhkan pengguna untuk belajar dulu sebelum bisa menggunakan P/L tsb. Tebal tipisnya dokumen manual bisa menjadi indikator. Jika manualnya tebal, artinya perlu <i>effort</i> besar untuk belajar menggunakan P/L tsb. Tapi kalau manualnya singkat atau bahkan tidak perlu ada, saking <i>friendly</i>-nya P/L tsb, tentu nilai usability makin tinggi&#8230;</p>
<p>Maintainability misalnya bisa diukur dari modularitas program (coupling; cohesion). Atau dari waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi. Tapi yg terakhir ini bisa diukur setelah P/L tsb masuk cukup lama digunakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: henry</title>
		<link>http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/#comment-597</link>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 00:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yaniwid.wordpress.com/?p=434#comment-597</guid>
		<description>Ga jelas Bu perbedaan antara FR dan NFR.

ISO 9126 menyatakan security adalah bagian dari fungsional. Dalam contoh pembatasan jumlah akses yang diberikan, saya bisa bayangkan ada sebuah fungsi yang mengecek jumlah akses pada saat tertentu dan jika sudah melebih jumlah maksimum, maka akses baru akan ditolak.

Untuk usability atau maintaibility, kira-kira bagaimana cara mengukurnya Bu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ga jelas Bu perbedaan antara FR dan NFR.</p>
<p>ISO 9126 menyatakan security adalah bagian dari fungsional. Dalam contoh pembatasan jumlah akses yang diberikan, saya bisa bayangkan ada sebuah fungsi yang mengecek jumlah akses pada saat tertentu dan jika sudah melebih jumlah maksimum, maka akses baru akan ditolak.</p>
<p>Untuk usability atau maintaibility, kira-kira bagaimana cara mengukurnya Bu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
