Testing vs Debugging
Testing adalah salah satu aktivitas yang harus dilakukan sebagai bagian dari tahap pembangunan perangkat lunak. Tujuannya adalah untuk mencari sebanyak-banyaknya kesalahan, error maupun defect. Testing dilakukan dengan mengacu pada test plan dan test cases. Idealnya, testing dilakukan oleh tester, bukan oleh programmer, sehingga lebih obyektif.
Debugging adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencari posisi kesalahan dan memperbaikinya apabila dari hasil testing diperoleh indikasi adanya error atau defect. Debugging biasanya dilakukan oleh programmer-nya. Debugging bisa sangat menghabiskan waktu. Untuk itu, perlu diterapkan cara dan strategi yang tepat. Kita bisa memilih satu dari tiga cara:
- Brute force – biasanya kita tambahkan print atau write dimana-mana untuk melacak kesalahan
- Backtracking – source code dianalisis untuk mencari kemungkinan penyebab kesalahan; bergerak dari suatu posisi hingga akhirnya ditemukan posisi kesalahannya
- Cause elimination - menggunakan partisi biner terhadap bagian program untuk memperkecil kemungkinan posisi kesalahan
Penting sekali agar tester maupun debugger dapat bekerja dengan seefektif mungkin…
Cara mana yang sering anda pilih ?
-
Archives
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
