Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

SART

Ini adalah metode untuk melakukan analisis kebutuhan real time software. Mirip dengan metode terstruktur untuk non real time software, kita memodelkan kebutuhan dalam bentuk DFD (data flow diagram). Hanya saja, DFD-nya ditambahi dengan control flow dan control specification (C-SPEC).

Jadi, kalau pada DFD hanya ada aliran data dan pemrosesan data, maka pada DFD/CFD diagram ditambahi dengan aliran control dan control node yang dijelaskan lagi lebih detil dalam C-SPEC. C-SPEC bisa dibuat dalam beberapa cara, misalnya Decision Table, Process Activation Table, State Transition Diagram, atau State/Event Matrices. C-SPEC menjelaskan bagaimana kombinasi input control diterjemahkan menjadi output control atau process activation/deactivation...

November 19, 2008 - Posted by yaniwid | method, real time system | | 3 Comments

3 Comments »

  1. Bu, penambahan aliran kendali (pesan/event) ke dalam DFD sepertinya membuat diagramnya jadi semrawut ya?

    busur-busur alirannya jadi tumpang tindih.. :(

    saya baca di salah satu literatur, SART memiliki kelemahan di pendeskripsian timing dari suatu proses walaupun deskripsi perilakunya terdefinisi menggunakan aliran kendali dan diagram transisi (STD atau statechart).

    Comment by pebbie | November 19, 2008

  2. Contoh bentuk diagramnya seperti apa ya, Bu, apa mirip dengan diagram sekuensial,. ??

    Comment by dwinanto | November 19, 2008

  3. @Peb: Iya ya, di SART time constraints tidak terdefinisi dengan jelas. Kelihatannya ini akan sedikit muncul di tahap design-nya. Notasinya adalah ekstensinya Ward & Mellor (yang tumpang tindih) atau punyanya Hartley & Pirbhay (memisahkan DFD dan CFD). OK, kita lihat nanti yang OO ya…

    @Dwinanto: mirip DFD, hanya control flownya digambar dengan garis putus-putus

    Comment by yaniwid | November 20, 2008


Leave a comment