Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

Real Time Database

RT software yang cukup intensive mengolah data umumnya harus terhubung ke suatu basisdata. Akan tetapi, karena response time adalah hal yang penting, maka biasanya dipilih pendekatan untuk membuat basisdata terdistribusi. Keuntungannya adalah agar antrian tasks untuk mengakses basisdata bisa diperpendek. Selain itu, kita bisa memisah antrian untuk read basisdata saja atau write ke basisdata. Kerusakan pada satu basisdata juga tidak akan mengakibatkan kegagalan seluruh sistem, jika basisdata tersebut diduplikasi seluruhnya di site lain.

Hanya saja, ada beberapa effort yang harus disiapkan untuk memastikan konsistensi basisdata. Ya, sebuah update terhadap basisdata harus dilanjutkan dengan meng-update basisdata lain yang menyimpan data yang sama. Sinkronisasi harus dilakukan. Master clock dan time stamp harus dikelola agar semua tasks dan DBMS punya referensi waktu yang sama. Agar diketahui dengan persis, mana data versi terakhir…

November 27, 2008 - Posted by yaniwid | real time system | | 3 Comments

3 Comments »

  1. Implementasi RT software ini sudah banyak digunakan di lingkungan kerja atau belum ya, masalahnya tampak butuh cukup banyak sumber daya untuk menerapkannya secara optimal,.

    Comment by dwinanto | November 27, 2008

  2. bukankah bisa dengan membuat “cache” dari database yang selalu berada di memory?

    Comment by amudi | November 27, 2008

  3. @Dwinanto:
    Tentu saja sudah banyak. Di rumah sakit, di pabrik, di bandara, bahkan di rumah (mesin cuci, microwave)…
    Bahkan menurut statistik, lebih dari 90% penjualan processor adalah untuk embedded system, yang umumnya real time system.

    @Amudi:
    Ya, untuk sejumlah tertentu data, cache bisa dimanfaatkan ya…

    Comment by yaniwid | November 28, 2008


Leave a comment