Migrasi Data: Some issues…
Menyambung tulisan sebelumnya tentang migrasi data, berikut adalah beberapa issues yang perlu diperhatikan saat melakukan pekerjaan tersebut:
- perbedaan DBMS yang digunakan; perlu diperhatikan apakah fitur DBMS asal dan DBMS tujuan relatif sama; jika tidak, teknik apa yang akan kita gunakan untuk migrasi data…
- perbedaan skema basisdata; seberapa jauh bedanya… bagaimana pemetaannya…
- perbedaan tipe data dan character set; bagaimana konversinya…
- data yang redundant; bagaimana memastikan integritasnya…
- data yang tidak konsisten; mana yang paling benar…
- data awal yang tidak ‘bersih’, banyak mengandung ’sampah’; bagaimana memilah-milahnya…
Apa lagi ya ??
5 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
- December 2008 (13)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Hmm,.
Masalah penambahan data selama integrasi bagaimana, Bu,.
Misalnya ada tuntutan data tetap dapat digunakan dan ditambah selama proses juga menyulitkan,.
terus solusinya gimana biasanya untuk migrasi data?
saya kepikirannya tinggal bikin script aja….
contoh di beberapa CMS, yang begitu upgrade dia juga menyediakan script buat konversinya…. kadang2 malah bisa import (seperti wordpress dari blogspot)
kalo poin terakhir rada sulit sih memang
@Dwinanto:
Kadang-kadang memang kita terpaksa menjalankan dua software sekaligus. Paling tidak sampai versi baru stabil. Agar tidak menyulitkan, migrasi data harus bisa dilakukan otomatis, sehingga mudah diulang. Kalau manual, wah…. bisa frustasi…
@Petra:
Harusnya ada metode atau best practices yang bisa diikuti.
Bikin script adalah salah satu cara untuk otomasi migrasi data. Tapi seringkali ada pre-proses yang harus dilakukan dulu. Misalnya bersih-bersih data…
Import juga kadang-kadang tidak mudah dilakukan terutama kalau skema BD-nya jauh berbeda…
[...] of Data Migration Menyambung tulisan sebelumnya tentang migrasi data di sini dan di sini, ternyata kami berhadapan dengan data yang tidak bisa dimigrasi secara otomatis. Kenapa [...]