Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

Requirement Model: Use Case Diagram

Use case digunakan untuk memodelkan fitur fungsional sofware. Sebuah use case memodelkan sebuah fitur fungsional. Kalau di-zoom, sebuah use case terdiri dari serangkaian aksi yang jika dijalankan dengan skenario tertentu akan memberikan result value bagi satu atau lebih actor.

Actor memodelkan dunia luar yang terkait langsung dengan software yang sedang dimodelkan. Actor bisa menggambarkan hardware atau software lain yang terhubung dengan software yang sedang dimodelkan, atau menggambarkan role pengguna software (wewenang sekelompok orang).

Jadi, use case diagram -yang terdiri dari sekumpulan use case dan actor- ditujukan sebagai sarana untuk mendefinisikan fitur-fitur utama software, lingkup dari software…

Use case diagram harus mudah dipahami oleh developer maupun customer yang mungkin tidak paham teknis pembangunan software. Karena itu, use case diagram harus dibuat sederhana, menggunakan bahasa yang jelas, dan tidak memunculkan aspek teknis. Saat mengidentifikasi use case, pastikan seluruh fitur fungsional software sudah terwakili. Saat mengidentifikasi actor, pastikan seluruh entitas dunia luar yang terkait langsung dengan software sudah pula terwakili. Untuk mendapatkan diagram use case yang baik, biasanya diperlukan beberapa iterasi. Modifikasi diagram use case bahkan masih bisa dilakukan saat kita sudah masuk ke tahap analisis dan design.

Use case diagram diadopsi UML (Unified Modeling Language) sebagai salah satu bahasa modelnya. Ide awal use case diagram ini adalah dari metode OOSE (Object-oriented S/W Engineering) – nya Ivar Jacobson. Cukup bersih untuk memodelkan software requirements…

January 28, 2009 Posted by yaniwid | requirement | | 3 Comments