Belajar konsep OOP…
Belajar konsep OOP (object-oriented programming) ternyata agak sulit apabila belum belajar beberapa konsep Sistem Operasi. Bagaimana memori dikelola (memory management), bagaimana sebuah sebuah proses dialokasi di memori, bagaimana sebuah statement program dieksekusi…
Saat belajar konsep OOP, saya harus menjelaskan konsep code sharing atau alokasi memori untuk object saat runtime, apakah di stack memory atau di heap memory, yang memerlukan beberapa pemahaman konsep di atas (paragraf pertama). Belum lagi kalau masuk ke eksekusi kode. Beberapa pengetahuan yang dibahas di kuliah Pembangunan Kompilator akan sangat bermanfaat.
Kenapa pula harus belajar sampai ke konsepnya ? Tentu saja agar kita tidak terjebak pada hanya belajar bahasa pemrograman tertentu saja. Kita tahu ‘isi’-nya, sehingga kita bisa memanfaatkannya secara maksimal saat kita membuat program. Kita juga bisa dengan mudah berpindah dari satu bahasa ke bahasa lainnya.
Jadi, jika saat ini belajar konsep OOP masih sulit dipahami atau dibayangkan, pelajari kembali saat anda mulai paham konsep-konsep terkait lainnya…
5 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- January 2010 (1)
- December 2009 (8)
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software developer
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
sebenarnya pengajaran OOP itu lebih baik pendekatannya itu lewat sisi arsitektur komputer (konsep memory, heap, pointer, dll) atau dengan abstraksi dan imajinasi (hewan, burung, bebek, dsb) ?
Dua-duanya dong…
sulit sih sepertinya
Tapi lebih cenderung ke pendekatan dengan abstraksi sih,.
@Petra:
Iya memang sulit. Kelihatannya, urutan dan porsinya harus pas.
Misalnya, untuk pemula, porsi konsep tidak perlu terlalu banyak. Porsi konsep diperbanyak jika kita ingin mengetahui konsep tertentu dan implementasinya di bahasa tertentu, sehingga kita bisa memilih bahasa yang tepat/sesuai dengan kebutuhan kita. Ternyata, saya masih harus banyak belajar mencari pendekatan terbaik. Learning by teaching…
@Dwinanto:
Iya, pendekatan abstraksi juga memang sangat perlu…