Yani’s Weblog

it’s all about software engineering…

Belajar konsep OOP…

Belajar konsep OOP (object-oriented programming) ternyata agak sulit apabila belum belajar beberapa konsep  Sistem Operasi. Bagaimana memori dikelola (memory management), bagaimana sebuah  sebuah proses dialokasi di memori,  bagaimana sebuah statement program dieksekusi…

Saat belajar konsep OOP, saya harus menjelaskan konsep code sharing atau alokasi memori untuk object saat runtime, apakah di stack memory atau di heap memory, yang memerlukan beberapa pemahaman konsep di atas (paragraf pertama). Belum lagi kalau masuk ke eksekusi kode. Beberapa pengetahuan yang dibahas di kuliah Pembangunan Kompilator akan sangat bermanfaat.

Kenapa pula harus belajar sampai ke konsepnya ? Tentu saja agar kita tidak terjebak pada hanya belajar bahasa pemrograman tertentu saja. Kita tahu ‘isi’-nya, sehingga kita bisa memanfaatkannya secara maksimal saat kita membuat program. Kita juga bisa dengan mudah berpindah dari satu bahasa ke bahasa lainnya.

Jadi, jika saat ini belajar konsep OOP masih sulit dipahami atau dibayangkan, pelajari kembali saat anda mulai paham konsep-konsep terkait lainnya…

February 13, 2009 - Posted by yaniwid | oop | | 5 Comments

5 Comments »

  1. sebenarnya pengajaran OOP itu lebih baik pendekatannya itu lewat sisi arsitektur komputer (konsep memory, heap, pointer, dll) atau dengan abstraksi dan imajinasi (hewan, burung, bebek, dsb) ? :D

    Comment by petra | February 13, 2009

  2. Dua-duanya dong… :-)

    Comment by yaniwid | February 13, 2009

  3. sulit sih sepertinya :P

    Comment by petra | February 13, 2009

  4. Tapi lebih cenderung ke pendekatan dengan abstraksi sih,. :D

    Comment by dwinanto | February 16, 2009

  5. @Petra:
    Iya memang sulit. Kelihatannya, urutan dan porsinya harus pas.
    Misalnya, untuk pemula, porsi konsep tidak perlu terlalu banyak. Porsi konsep diperbanyak jika kita ingin mengetahui konsep tertentu dan implementasinya di bahasa tertentu, sehingga kita bisa memilih bahasa yang tepat/sesuai dengan kebutuhan kita. Ternyata, saya masih harus banyak belajar mencari pendekatan terbaik. Learning by teaching:-)

    @Dwinanto:
    Iya, pendekatan abstraksi juga memang sangat perlu…

    Comment by yaniwid | February 16, 2009


Leave a comment