Hujan (lagi) di SAB…
Musim hujan kembali tiba. Ingat postingan saya yang dulu ? Anak-anak SAB kembali tampil dengan jas hujan warna-warni. Jarak yang cukup jauh dari tempat parkir ke sekolah menyebabkan ibunya pun harus ikut hujan-hujanan. Tapi tentu saja tidak boleh mengeluh, karena anak-anak juga sama sekali tidak mengeluh. Semangat !!
Ini Didit saat pulang sekolah:

7 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
- December 2008 (13)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
hihihi..asyiknya hujan hujanan..Bang Didit gaya amat..
Anak-anak tidak mengeluh, bahkan mungkin malah senang bisa hujan-hujanan atau main air … hehehe … Kapan ya terakhir kali kita kehujanan tapi tidak mengeluh dan malah senang seperti itu ?
Pasti sudah puluhan tahun yang lalu ya…
Anak saya malah baru mau pulang sekolah kalau hujan sudah turun…
Pengalaman saya kehujanan tapi tidak mengeluh terakhir sabtu kemarin.
Ceritanya saya dan anak 2 naik angkot Caringin ke Salman janjian dengan adik yang sedang wisuda di Sabuga. Sebetulnya sudah bisa ditebak sebentar lagi hujan, tapi saya menduga baru hujan setelah sampai di Salman, saya tidak menyempatkan diri nyari payung.
Ternyata masih di angkot, hujan turun deras sekali dan kehujanan waktu turun dari angkot, meski tidak sampai kuyub karena bisa berteduh dulu di kios seberang bonbin sampai hujan agak mereda.
Mengapa tidak mengeluh ?
Karena pulang dari sana, anak saya yang nomor dua justru mengajak saya kapan – kapan pergi lagi menjelang hujan seperti tadi
ps.
Anak saya yang sulung (Daud) SAB 3 dan adiknya (Wida) SAB 1.
Wah, di SAB juga ya…
Malu ya kalau mengeluh. Anak kita saja tdk mengeluh…
Ya.
Alhamdulillah, Bang Lendo (ITB TM-83) menggagas Sekolah Alam, jadinya anak saya Insya Allah bisa menghabiskan usia kanak – kanaknya di “Sekolah Terindah Dalam Hidupku” ini.
Saya memang belajar banyak dari anak – anak.
Baru – baru ini Daud baru saja khatam Quran, dan saya nggak bisa menjawab ketika Daud bertanya kepada saya, dulu saya khatam Quran kelas berapa, malu ketika saya akhirnya menjawab bahwa saya baru khatam di usia SMP.
Untung saja dia tidak bertanya lebih lanjut berapa Juz yang saya hafal. Saya sudah tua begini masih satu juzpun belum, sedang hafalan dia dan teman – temannya sudah sekitar 1 juz setengah.
Mudah2an, anak2 kita lebih baik dari ibu bapaknya ya…