KK dan Lab
Sudah hampir empat tahun Departemen Teknik Informatika dan Departemen Teknik Elektro bergabung di STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB. Dan sejak itu pula ada perubahan sehingga dosen tidak lagi berkumpul dalam wadah Departemen (tidak ada lagi Departemen), tetapi di STEI dalam wadah-wadah KK (Kelompok Keilmuan). Sebelumnya, para dosen di Departemen Teknik Informatika berkelompok dalam tujuh Lab Keahlian (Sistem Terdistribusi, Ilmu dan Rekayasa Komputasi, Grafika dan Intelejensia Buatan, Rekayasa Perangkat Lunak, Basisdata, Programming, dan Sistem Informasi). Dengan adanya KK, Lab tidak lagi menjadi tempat berkumpulnya dosen. Lab hanya sebatas pengelola fasilitas penunjang berbagai kegiatan akademik dan penelitian.
Ada sembilan KK di STEI, dua diantaranya KK Informatika (IF) dan KK Rekayasa Perangkat Lunak dan Data (RPLD) yang sebagian besar anggotanya adalah para dosen eks Departemen Teknik Informatika. Tujuh lab pun dibagi pengelolaannya di antara dua KK tersebut. Lab Rekayasa Perangkat Lunak , Lab Basisdata, dan Lab Programming ada di bawah pengelolaan KK RPLD, sisanya di bawah KK IF. Saya sendiri berada di KK RPLD dan mengelola Lab RPL.
Bagaimana dengan asisten ? Asisten (mahasiswa) masih direkrut untuk setiap Lab. Meskipun demikian, asisten dari tiga Lab di bawah KK RPLD sebenarnya adalah asisten KK RPLD…
Ini adalah foto bersama dosen dan asisten KK RPLD (tiga Lab) (foto diambil dari FB-nya Kevin saat makan bersama kemarin, 5 Nov):

Dan ini adalah foto bersama para asisten Lab RPL (foto diambil dari FB-nya Halim):

Software Testability
Testability adalah salah satu faktor kualitas software. Makin tinggi testability, makin baik kualitas software. Bagaimana menilai testability ? Berikut poin-poin pentingnya:
- Operability; akan mudah diuji jika software bisa dioperasikan dengan baik…
- Observabilty; akan membantu pengujian jika banyak yang bisa kita lihat secara visual…
- Controllability; akan membantu otomasi pengujian jika software lebih mudah dikendalikan…
- Decomposability; akan mempercepat pengujian jika lingkup pengujian dapat diketahui dengan jelas…
- Simplicity; akan mempercepat pengujian jika makin sedikit yang harus diuji…
- Stability; akan memperkecil gangguan terhadap proses pengujian jika perubahan makin minimal…
- Understandability; akan bisa menguji dengan lebih ’smart’ jika kita lebih paham software yang sedang diuji…
Ayo, rancang software yang punya testability tinggi…
Berendam…
Cuaca panas beberapa hari ini membuat anak-anak SAB tergoda untuk berendam di kolam sekolah. Ini Kiki dan teman-temannya yang sedang berendam saat istirahat sekolah.
Guru yang lewat paling akan teriak: “Kalian bawa baju ganti nggak ?” Dan kalau ternyata lupa bawa baju ganti, mereka akan berjemur di playground sampai kering…

Distance Learning
Distance learning atau distance education adalah sebutan untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan jarak jauh. Ternyata sudah dimulai sejak tahun 1728 (Wiki). Makin berkembang saat layanan pos juga berkembang (abab ke-19). Dan makin besar sejak Open University mulai dibangun di UK (1969). Open University ini kemudian diadopsi di berbagai negara. Tahun 2006, Sloan Consortium melaporkan lebih dari 96% college dan university besar di US sudah menawarkan on-line courses. Berkembangnya penggunaan komputer dan internet sangat berperan besar dalam hal ini…
Ya, belajar tidak perlu lagi mengharuskan siswanya untuk berkumpul di saat dan di tempat yang sama. Apalagi jika berbagai kendala untuk meninggalkan tempat asalnya juga cukup besar. Seperti kasus para guru SD di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini ada sekitar 1,2 juta guru SD di seluruh Indonesia yang belum Sarjana. Ini yang akan ‘diberantas’ dengan berbagai program belajar jarak jauh. Tidak mungkin para guru SD ini meninggalkan tempat tugasnya, karena sangat dibutuhkan untuk tetap mengajar…
Penelitian Digital Learning yang diselenggarakan atas kerjasama ITB (PPTIK) dan UPI (seperti saya ceritakan di sini) ingin mendukung program tersebut. Perlu dirancang TIK yang paling pas untuk dipasang di SD-SD di pelosok, agar program belajar jarak jauh ini bisa berjalan lancar. Karakteristik wilayah Indonesia yang khas menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mencari solusi yang paling ideal…
Regression Test
Regression testing adalah salah satu jenis software testing untuk mencari software regression. Software regression sendiri adalah kondisi dimana software yang sebelumnya sudah berjalan baik, jadi salah sebagai akibat dari adanya perubahan atau tambahan pada satu atau beberapa bagian software. Regression yang terjadi bisa lokal di modul yang kita ubah atau tambah, di modul lain (terkena dampak), atau bisa juga unmask, yaitu bug lama yang baru ‘muncul’ karena adanya perubahan…
Regression testing ini perlu dilakukan sebagai bagian dari integration testing, yaitu satu tahap pengujian setelah unit testing, dimana kita mulai mengintegrasikan unit-unit terkecil software menjadi software utuh. Regression testing dilakukan dengan cara mengulang kembali eksekusi sejumlah kasus uji setiap sebuah unit diintegrasikan. Tentu saja akan lebih enak kalau kita memanfaatkan berbagai alat bantu (tools), sehingga pengujian bisa dilakukan otomatis…
-
Archives
- November 2009 (5)
- October 2009 (15)
- September 2009 (12)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (7)
- May 2009 (14)
- April 2009 (7)
- March 2009 (7)
- February 2009 (18)
- January 2009 (15)
- December 2008 (13)
-
Categories
- analysis
- aspect oriented
- CBSE
- critical system
- design
- digital learning
- e-business
- ecosystem
- final project
- fun
- health informatics
- introduction
- lecture
- maintenance
- method
- oop
- others
- programming
- project
- project management
- quality
- real time system
- requirement
- research
- service computing
- soa
- software architecture
- software metrics
- software process
- software product
- software quality
- software standard
- technology
- testing
- tools
- Uncategorized
- webE
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS