Home > introduction, tools > DFD vs UML

DFD vs UML

“Hari gini belajar DFD ? UML dong…” begitu kira-kira bunyi spanduk di depan suatu lembaga pendidikan. Memangnya kenapa dengan DFD ? Kalau persoalan kita lebih mudah dimodelkan dalam terminologi proses dan aliran data, kenapa harus bersusah payah memodelkannya dengan UML yang berorientasi objek ?

Jadi, gunakan tools yang tepat untuk persoalan yang tepat…

Categories: introduction, tools
  1. July 2, 2008 at 5:00 pm

    Kalau ga salah, kalimat spanduknya kaya gini Bu: “HARI GINI MASIH BELAJAR DFD?? KAPAN MAJUNYA??” Hehe… Emang huruf kapital semua gitu Bu🙂

  2. yaniwid
    July 4, 2008 at 3:59 pm

    Wah… sudah ada di blog-nya Petra ya…

  3. July 4, 2008 at 4:03 pm

    sudah dong, Bu…
    mohon dikomen, hehe

  4. if05041
    October 16, 2008 at 3:38 pm

    ha ha ha …

    sama aja ttg pandangan orang antara prosedural dan oop

    menurut bu inge membatasi diri pada suatu paradigma tidaklah baik …

    jadi ga ada gunanya dibandingkan ya bu …

  5. October 17, 2008 at 12:45 pm

    Jadi penasaran, apakah lembaga pendidikan tersebut berhasil mengajarkan cara menggunakan UML ke anak muridnya ? Jangan-jangan akhirnya pakai flowchart juga.

  6. yaniwid
    October 21, 2008 at 9:38 am

    Ya Amir, nggak ada gunanya dibandingkan…

    Pak Waskita, mudah-mudahan anak muridnya memang diajari UML. Tapi tetap saja, menurut saya, kurang lengkap mengajari UML tanpa Unified Process. Seperti belajar bahasa pemrograman tanpa belajar membuat algoritma untuk menyelesaikan masalah…

  7. October 21, 2008 at 1:29 pm

    menurut salah satu mahasiswa institusi bersangkutan yang turun komentar di blog saya, katanya di tempat mereka juga diajarin DFD, Bu😛

  8. September 8, 2009 at 9:24 am

    memang
    untuk Object Oriented System Analysis and Design => UML
    dan
    untuk Structured System Analysis and Design => DFD
    masing-masing punya peranan tersendiri, tergantung kebutuhan dan bahasa yang digunakan… justru yang lucu adalah mengembangkan bahasa berorientasi object dengan UML tapi ternyata hasilnya hanya program yang terstruktur… sangat disayangkan…

  9. September 10, 2009 at 8:40 am

    Ya, akan sulit (meskipun bisa) membuat program terstruktur jika design-nya berorientasi OO. Dan agak aneh…

  1. May 18, 2012 at 9:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: