Home > software process > XP: Test Driven Development

XP: Test Driven Development

XP mengenalkan pendekatan baru dalam membangun software: test driven development. Dengan pendekatan ini, kita harus mendefinisikan kasus uji dan hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan software-nya.

Misalnya, jika dibutuhkan sebuah fitur X, maka kita definisikan kasus uji dan hasil yang diharapkan sehingga fitur X ini dianggap terpenuhi. Dari kasus uji yang telah didefinisikan, barulah kita mulai menganalisis, merancang, dan memrogram suatu modul. Selanjutnya, kita uji modul tersebut dengan kasus ujinya. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, artinya kita sudah berhasil membangun fitur X untuk software tersebut.

Kasus uji dibuat dalam bentuk program, sehingga pengujian dapat dilakukan secara otomatis. Begitu seterusnya, sehingga secara inkremental, fitur software akan terus bertambah. Seluruh kasus uji harus di-run setiap ada penambahan fitur yang baru.

Jadi, pada XP, bukan memrogram lalu menguji, tapi mendefinisikan kasus uji dulu terus memrogram…

Categories: software process
  1. dewipadi
    September 2, 2008 at 6:29 pm

    hi Yani,
    Saya menyadur buku Kent-Beck, TDD by Example. Sayang baru permulaan. Bisa minta masukan? Silahkan lihat di http://tddguide.wordpress.com

  2. yaniwid
    September 3, 2008 at 12:51 pm

    Hi Dewi…
    Saya belum lihat buku aslinya, tapi sudah lihat sadurannya.
    Saya komentari via email saja ya…

  3. September 15, 2008 at 12:02 pm

    Udah terima bukunya belum Yan? Saya sudah kirim minggu lalu. besarnya 10 M.

    Another Team of
    dewipadi

  4. yaniwid
    September 15, 2008 at 4:28 pm

    @mfathur: Wah, belum terima… Mungkin terlalu besar untuk dikirim via email. Saya bisa download dari suatu tempat ? Tks ya…

  5. ibonk
    October 24, 2008 at 4:07 pm

    @mfatur: buku yg dimaksud soal TDD kah ? klo ya .. mau dunk dikirimin juga ke e-mail saya …ty

  6. October 25, 2008 at 9:34 am

    TDD ini perlu mengubah sikap mental, plus kerja kuli. Sikap mental yang musti diubah adalah membuat pengujian yang detail di awal. Biasanya kan menguji itu di akhir-akhir, itupun jarang pakai automated test. Selain itu membuat unit test juga capeeee deeeeh hehe ..

  7. yaniwid
    October 27, 2008 at 11:30 am

    Setuju Pak Waskita, sikap mental perlu diubah…
    Testing yang biasanya dilakukan seadanya, sekarang perlu mendapat prioritas…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: