Home > analysis, tools > DFD: common mistakes

DFD: common mistakes

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi pada pemodelan DFD:

  • magic; sebuah proses (bubble) hanya mempunyai output (tidak punya input); proses tersebut tiba-tiba berjalan tanpa ada trigger apapun ?
  • black hole; sebuah proses (bubble) hanya mempunyai input (tidak punya output); buat apa diproses kalau tidak dibutuhkan suatu keluarannya ?
  • data store yang hanya diisi saja, tidak pernah dibaca; buat apa menyimpan data kalau tidak diperlukan?
  • data store yang hanya dibaca saja, tidak pernah diisi; seringkali alasannya adalah data hanya diisi di awal saja, manual… Jika kasusnya seperti ini, ubah data store jadi entitas eksternal
  • data masukan (input) suatu proses sama namanya dengan data keluaran (output) dari proses tersebut; data hanya ‘jalan-jalan’ keluar masuk proses ?
  • tidak balanced; jumlah data masukan dan keluaran suatu proses -A, misalnya- tidak sama dengan jumlah data masukan dan keluaran pada DFD level berikutnya untuk proses A; gunakan tool agar terhindar dari kesalahan ini…
  • data dari entitas eksternal ‘nyelonong’ masuk ke data store; harusnya ada proses yang menuliskannya ke data store
  • data dari sebuah data store pindah sendiri ke data store lain; harusnya ada proses yang memindahkannya…

Apa lagi ya ?

Categories: analysis, tools
  1. August 4, 2008 at 12:14 pm

    bu, pernah memanfaatkan DFD untuk pengerjaan proyek gak bu?🙂

    kok saya ngerasa DFD kurang berguna yah..
    soalnya ga ngerasa rugi karena ga ngerti..😀 hehe..

  2. August 4, 2008 at 1:19 pm

    @anggri :
    well, pasarnya sepertinya kurang ^_^
    orang2 kebanyakan pakai OOP, sih😀
    kegampangan soalnya jadinya, hehehehe.

  3. yaniwid
    August 5, 2008 at 7:21 am

    @anggri:
    Pernah dong. Duluuuu…🙂
    Kalau memang nggak diperlukan, nggak perlu digunakan. Sudah lulus kuliah RPL kan ?? Untuk memodelkan proses, DFD cukup powerfull. Bahkan real-time S/W juga bisa dimodelkan dengan DFD + CFD (control flow diagram)…

  4. August 5, 2008 at 7:47 pm

    Haloooo Yaniiiii, apa kabaar…??
    Blognya Se sekaleee…..:-))) he he he…jadi ingat jaman kuliah dulu. BTW dalam DFD seingat saya ada external entity, yang mewakili orang/department. External entity ini tidak boleh ‘nyelonong’ pergi ke database, harus ada proses di yang menghubungkan external entity dengan database.
    Demikian juga external entity tidak bisa berhubungan langsung external entity. Harus ada proses juga di antaranya…
    Bener gak ya..?? *sambil nginget nginget*

  5. yaniwid
    August 7, 2008 at 9:25 am

    Deshintaa, apa kabar juga ? Saya baik-baik saja. Masih betah di sana ? Iya, blog-nya seputar SE. Hanya ini yang saya bisa…🙂
    External entity yang berhubungan dengan external entity lain tidak perlu digambarkan, karena di luar lingkup.

  6. April 2, 2009 at 8:00 am

    alo bu…

    di Politeknik Batam juga diajarkan ttg DFD dan use case milik UML

  7. April 2, 2009 at 11:24 am

    Halo Hilda…
    Ya, sebaiknya memang tetap belajar DFD juga (salah satu diagram untuk metode terstruktur) selain berbagai diagram UML untuk metode OO.

  8. muqtafi
    March 19, 2010 at 9:48 am

    Makasih Bu, tambahan referensi buat ujian nanti siang (^_^)

  9. March 22, 2010 at 1:19 pm

    OK. Mudah-mudahan lebih paham…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: