Home > project management > Conflict Resolution

Conflict Resolution

Pembangunan software umumnya melibatkan banyak pihak. Keterlibatan banyak pihak ini seringkali menimbulkan banyak konflik. Satu pihak punya prioritas yang berbeda dengan pihak lain. Satu pihak punya keinginan yang berbeda dengan pihak lainnya…

Nah, konflik tersebut seringkali dianggap sebagai ‘aib’ atau ‘kegagalan’ atau hal yang tidak sepantasnya terjadi. Semua pihak akhirnya seolah-olah mencapai kata sepakat, tetapi hal yang disepakati tidak dibuat jelas (karena memang sebenarnya masih ada konflik). Ini adalah cara yang salah. Seharusnya kita ‘menghargai’ adanya konflik. Dengan demikian, konflik ‘diakui’ keberadaannya dan bisa dicari solusinya, dengan semacam conflict resolution. Cara yang disarankan adalah dengan melakukan mediasi yang dipimpin oleh pihak ketiga (yang tidak terlibat konflik) agar bisa dicari win-win solution

Sebuah project yang masih ‘menyimpan’ konflik bisa dikenali dari spesifikasi kebutuhan yang tidak jelas…

(kembali diambil dari novel Deadline-nya Tom de Marco)

Categories: project management
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: