Home > introduction, project management > Tanda-tanda ada masalah…

Tanda-tanda ada masalah…

Berikut ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah pada pembangunan software yang sedang atau sudah dilaksanakan:

* kesulitan memahami kebutuhan user
* kesulitan mengelola kebutuhan yang terus berubah
* modul-modul yang sulit diintegrasikan
* software yang sulit di-maintain atau dikembangkan lebih lanjut
* telat mengetahui kemungkinan kegagalan project
* kualitas software yang tidak terlalu baik
* performansi software yang tidak bisa diterima
* kesulitan mengetahui dengan pasti, siapa mengerjakan apa, kapan, dimana, dan kenapa…
* proses build-and-release yang kurang bisa dipertanggung-jawabkan

Tanda-tanda di atas adalah konsekunsi yang terjadi apabila proses pembangunan software tidak berjalan baik. Apa yang harus dilakukan ? Kita perlu mencari penyebab utama dari munculnya tanda-tanda di atas. Jadi, kita harus mencari solusi untuk penyebabnya, bukan pada tanda-tandanya… (bersambung)

  1. September 5, 2008 at 2:57 pm

    Weks…postingan yg menohok
    ada project yg rada lambat jalannya, krn kebutuhan user g jelas.
    berhubung joint project…jd deh..terkatung2 menanti partner mendapatkan kebutuhan user…
    entah apa masalahnya

  2. September 5, 2008 at 3:01 pm

    Sama Nita… saya juga sedang terlibat di sebuah project yang kebutuhannya nggak jelas-jelas…😦

  3. Herman
    October 21, 2008 at 11:20 pm

    Kalau saya sering nemui kasus telatnya project dalam pembangunan software ini krn tdk jelas dan berubah2. Tapi memang dilema:
    1. Kalau kita turuti maka user akan sangat happy tapi akibatnya tdk pernah selesai. Solusinya? Biasanya kita akan stop pada satu titik dimana titik ini dianggap selesainya project dan kalau ada tambahan requirment atau perubahan baru sekitar titik ini (krn tdk mungkin pada titik tsb requirment baru selesai dikerjakan) maka akan diselesaikan setelah Berita Acara Serah Terima dan requirment tambahan yg stop pada titik diatas dianggap sebagai pekerjaan tambah kurang. Cara ini biasanya berhasil krn dg BAST kita dibayar dan customer sedikit happy krn kemauannya terpenuhi.
    2. Kita tdk menerima requirment baru dengan suatu titik ketegasan bahwa kita turuti requirment awal dan ngotot utk close project. Biasanya cara ini di Indonesia tdk cocok krn alasan customer beli dari kita dan tdk beli dari software luar adalah bisa lebih kompromi. Tapi ini membuat margin bisa lebih terukur. Biasanya kemungkinan customer beli lagi kecil..:( yah pilihan sulit memang…

  4. yaniwid
    October 23, 2008 at 12:05 pm

    Ya, changed requirements adalah masalah yang paling banyak ditemui… Makanya harus dicari root cause-nya dan diterapkan solusinya…

  1. September 9, 2008 at 11:57 am
  2. September 11, 2008 at 12:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: