Home > Uncategorized > Selingan Ramadhan (5)

Selingan Ramadhan (5)

Idealnya, Bulan Ramadhan lebih banyak diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Ternyata, bulan Ramadhan kali ini, saya tidak sempat terlibat dengan berbagai kegiatan tersebut. Kuliah yang saya pegang semester ini 9 SKS. Salah satunya adalah kuliah baru sehingga waktu persiapan materi kuliah praktis lebih panjang lagi. Belum lagi beberapa mahasiswa bimbingan yang ingin ikut wisuda Oktober. Batas sidangnya adalah Jum’at (19/9) ini. Tidak lupa urusan domestik: belanja ke pasar, antar jemput anak, dll.

Awalnya sedih juga… Tapi, setelah membaca tafsir surat Al Ashr di bawah ini, saya tidak terlalu sedih lagi…

Wal ‘ashr (Demi masa)

Innal insaana la fii khusr (Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian)

Illal ladziina aamanuu wa’amilushshaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr (Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran, serta nasihat-menasihati agar tetap dalam kesabaran)

Pada ayat di atas, Allah SWT bersumpah dengan waktu. Tujuannya adalah agar kita memperhatikannya dengan seksama. Manusia berada dalam kerugian apabila tidak mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, melalaikan waktu. Orang yang tidak melalaikan waktu dijelaskan dalam ayat ke-3.

Yang akan saya bahas di sini adalah tentang beramal shaleh. Apa itu amal shaleh ? Bagaimana agar kita bisa beramal shaleh sehingga tidak masuk kategori orang-orang yang berada dalam kerugian ?

Kata amiluu berasal dari kata ‘amalun yang artinya “pekerjaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran”. Kata shalihaat berasal dari kata shaluha yang artinya “bermanfaat atau sesuai”. Jadi, amal shaleh adalah aktivitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa pekerjaan tersebut akan memberi manfaat untuk dirinya ataupun orang lain. Amal shaleh tidak harus berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Mudah-mudahan, kuliah saya di kelas, membimbing mahasiswa tugas akhir, belanja ke pasar, antar-jemput anak, dll, dinilai Allah SWT sebagai amal shaleh. Seluruh kegiatan yang menyibukkan dan menghabiskan waktu itu, mudah-mudahan menjadi bagian dari amal shaleh. Dan terakhir, menulis di blog ini pun mudah-mudahan dinilai sebagai salah satu cara untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Jadi, jangan sedih dan kecewa kalau akhir-akhir ini anda sibuk dengan berbagai tugas kuliah, sibuk dengan tugas akhir, atau kegiatan lainnya. Niatkan saja kesibukan kita itu sebagai bagian dari amal shaleh kita…

Categories: Uncategorized
  1. September 17, 2008 at 1:41 pm

    Wew, smangat Bu. Benar, ibadah ga melulu harus berupa kegiatan keagamaan🙂

  2. September 21, 2008 at 12:08 am

    Mudah-mudahan, kuliah saya di kelas, membimbing mahasiswa tugas akhir, belanja ke pasar, antar-jemput anak, dll, dinilai Allah SWT sebagai amal shaleh.

    Termasuk menulis di blog, lalu pembaca blog mendapat pengetahuan baru atau setidaknya inspirasi… Amal jariyah lho, Bu, hehe…

    Amin😀

  3. yaniwid
    September 22, 2008 at 12:28 pm

    Ya Diaz, mudah-mudahan ada yang bisa mengambil manfaat dari tulisan di blog ini.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: