Home > Uncategorized > Selingan Ramadhan (9)

Selingan Ramadhan (9)

Rabu lalu (17/9) ada ceramah Ramadhan di Aula Barat. Penceramahnya KH. Athian Ali. Pak Athian adalah salah satu dari beberapa ustad favorit saya sejak belasan tahun lalu.

Ceramah diawali dengan penjelasan tentang kekuasaan Allah SWT. Allah SWT Maha Kuasa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Jika Allah SWT sudah menghendaki, maka terjadilah kehendak-Nya tersebut. “Kun fayakun” – “Jadi, maka jadilah”. Contohnya adalah kisah api yang akan membakar Nabi Ibrahim As yang tiba-tiba menjadi dingin. Atau kisah laut di hadapan Nabi Musa As yang terbelah dua setelah diketuk dengan tongkatnya. Ya, apapun yang menurut manusia tidak masuk akal, bisa terjadi dengan seijin Allah SWT.

Jadi, apa pun persoalan kita, apa pun penyakit kita, apa pun kesulitan kita, mintalah agar Allah SWT memberikan solusinya, memberikan kesembuhan, memberikan kemudahan… Karena, hal itu sangat mudah bagi Allah SWT.

Lalu, kenapa persoalan kita kok belum beres juga? Penyakit kita kok belum sembuh juga? Pertama, kita mungkin belum berusaha. Atau, kalau pun sudah berusaha, maka usaha kita itu salah. Misalnya, orang ingin sembuh dari penyakitnya, tetapi bukan pergi ke dokter. Dia malah pergi ke tempat ‘orang pintar’…  Jelas tidak nyambung…

Yang kedua, Pak Athian bercerita tentang kekuatan doa. Allah SWT sangat suka kepada hamba-Nya yang rajin berdoa. Lalu, kenapa doa kita kok belum dikabulkan juga? Kenapa doa orang lain atau misalnya doa orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji lebih cepat dikabulkan? Apakah kita harus ke Mekah agar doa kita dikabulkan Allah SWT?

Mungkin kita belum meminta dengan sungguh-sungguh. Kita berdoa, tetapi sikap kita masih jauh dari ‘mendekat’ kepada Allah SWT. Lihatlah orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji. Pengorbanan yang besar sudah diberikan. Setiap saat, mereka selalu mengingat Allah SWT. Segala amalan ibadah dikerjakan dengan sepenuh hati. Contohnya, selalu berusaha shalat wajib di Masjidil Haram. Bahkan, ada yang sampai menangis karena sakit sehingga tidak bisa ke masjib. Selalu berusaha bersedekah. Bahkan ada yang sampai berjalan ratusan km untuk mencari fakir miskin agar bisa bersedekah. Wajarlah kalau Allah SWT langsung mengabulkan doa orang-orang ini…

Sementara di Indonesia: Adakah orang yang menangis karena tidak bisa ke masjid? Adakah orang yang berjalan ratusan km untuk mencari fakir miskin agar bisa bersedekah? Sebenarnya tidak harus ke Mekah… Kalau kita berhasil menciptakan kondisi yang sama, insya Allah, doa kita akan lebih mudah dikabulkan Allah SWT.

Itulah kira-kira potongan ceramah dari Pak Athian. Semoga menjadikan kita lebih percaya pada kekuasaan Allah SWT, sehingga tidak mudah berputus asa dari pertolongan-Nya…

Categories: Uncategorized
  1. September 26, 2008 at 4:37 am

    Terima kasih atas “reportase” dan resume tentang Ceramah Ramadhan di ITB minggu lalu. Saya tidak dapat hadir karena jadwalnya bentrok dengan waktu jemput anak saya …

  2. September 26, 2008 at 1:37 pm

    Ceramah aslinya lebih menarik Pak…
    Saya hanya berhasil menulis sedikit saja.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: