Home > CBSE, introduction > Building a component-based software…

Building a component-based software…

Component-based software dibangun dengan cara melakukan assembly komponen-komponen pembentuknya. Benar, pendekatan yang diambil memang mengadopsi assembly komponen-komponen hardware sehingga jadi produk hardware yang utuh. Akan tetapi, di dunia software ternyata tidak sesederhana itu. Seringkali, untuk memasang satu komponen dengan komponen lainnya, dibutuhkan kode tambahan, yang disebut sebagai “glue code“. Membuat glue code sendiri bisa menyerap banyak effort (waktu dan biaya). Ya, komponen software ternyata lebih sulit untuk di-assemble dibandingkan dengan Lego blocks…

Constructing software systems from components is more like having a bathtub full of Tinkertoy, Lego,
Erector, Lincoln Log, Block City, and six other incompatible kits, picking out parts that fit specific functions and expecting them to fit together…
(Mary Shaw, Architectural Issues in Software Reuse: It’s Not Just the Functionality, It’s the Packaging)

Nah, CBSE berusaha mendefinisikan berbagai teknik agar pembangunan perangkat lunak berbasis komponen dapat dilakukan dengan se-ideal mungkin…

Categories: CBSE, introduction
  1. October 19, 2010 at 5:43 pm

    Bu saya ingin bertanya,

    untuk metode pengembangan aplikasi web yang dibangun dari CMS yang sudah ada, metode pengembangan yang cocok apa ya Bu? Apakah seperti metode pengembangan aplikasi web biasa, dengan pendekatan CBSE, atau ada metode lain yang lebih sesuai?

    Sekian terima kasih

  2. October 20, 2010 at 5:03 pm

    Pengembangan aplikasi berbasis web dengan menggunakan CMS tidak harus menggunakan pendekatan CBSE. Apalagi kalau CMS-nya tidak berbasis komponen. Menurut saya, tetap menggunakan metode biasa, hanya saat design, kita banyak memanfaatkan modul-modul pada CMS tsb. Reuse.
    Kelihatannya akan tergantung juga pada penggunaan CMS tsb. Kalau kita hanya memodifikasi beberapa hal, kita sebenarnya tidak membangun aplikasi baru, tapi memodifikasinya. Untuk hal ini, metode-nya lain lagi…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: