Home > introduction, project management > Software Cost Estimation

Software Cost Estimation

Anda pernah terlibat dalam sebuah software project? Tentu saja yang komersial…

Bingung menentukan harga yang akan ditawarkan? Pendekatan mana yang akhirnya anda pilih? Bagaimana hasilnya? Anda untung besar? Atau rugi besar?

Ya, meskipun software katanya fleksibel dan tidak terlihat, kita tidak bisa sembarangan menentukan harganya. Bisa-bisa merugikan customer, atau malah merugikan developer

Ada beberapa teknik yang dapat dipilih untuk melakukan perkiraan harga (cost estimation). Berikut beberapa diantaranya:

  • Algorithmic cost modelling; pada pendekatan ini, kita menggunakan berbagai metrics untuk menentukan harga; biasanya, metrics yang digunakan berkaitan dengan ukuran software
  • Expert judgement; pada pendekatan ini, kita berkonsultasi pada beberapa expert untuk memperkirakan harga; perkiraan dari beberapa expert tersebut selanjutnya dikompromikan…
  • Estimation by analogy; pada pendekatan ini, kita memanfaatkan pengalaman sebelumnya dalam membangun software sejenis…
  • Parkinson’s Law; pada pendekatan ini, kita menentukan harga berdasarkan waktu dan orang yang tersedia; misalnya, waktu yang tersedia adalah 1 tahun, orang yang tersedia adalah 5 orang, maka biaya yang dibutuhkan adalah 60 orang-bulan…
  • Pricing to win; pada pendekatan ini, kita menyesuaikan pekerjaan terhadap anggaran customer, bukan terhadap fungsionalitas yang diharapkan…

Nah, mana yang harus dipilih? Tentu saja disesuaikan dengan kondisi kita saat itu…

  1. Herman
    October 21, 2008 at 11:01 pm

    P kabar? Wah dah buat blog…
    Kalau pengalaman saya biasanya cuma pakai 2 method:
    1. Pricing to win
    Tapi ini ditempuh jika cara kedua tdk bisa yaitu
    2. Pricing to our overhead and margin🙂
    Karena software yg dibuat specific dan jarang bisa dijual ketempat lain biasanya kita liat bisakah menutup overhead ktr (tdk terbatas jumlah team) dan juga mau margin brapa..
    Satu pendekatan yg aneh ya? Tapi suka berhasil kok krn biasanya software yg dibuat customer softwarenya beli dari luar dan kita biasanya menang kalau di compare. Apalagi kalau margin kita diikutkan dg margin pribadi customer :)) (yg ini not suggested tapi banyak kok di Indo)

  2. yaniwid
    October 23, 2008 at 12:01 pm

    Hi Herman… Ya, untuk latihan nulis tiap hari…
    Untuk menjual produk software, mungkin pendekatannya lain. Kalau tidak salah, perusahaan Herman menjual produk software ya ? Bukan memenuhi pesanan customer ?

  3. Herman
    October 23, 2008 at 2:33 pm

    Ada juga kok yg custom utk memenuhi pesanan customer. Tapi pendekatannya sama..:))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: