Home > testing > Testing vs Debugging

Testing vs Debugging

Testing adalah salah satu aktivitas yang harus dilakukan sebagai bagian dari tahap pembangunan perangkat lunak. Tujuannya adalah untuk mencari sebanyak-banyaknya kesalahan, error maupun defect. Testing dilakukan dengan mengacu pada test plan dan test cases. Idealnya, testing dilakukan oleh tester, bukan oleh programmer, sehingga lebih obyektif.

Debugging adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencari posisi kesalahan dan memperbaikinya apabila dari hasil testing diperoleh indikasi adanya error atau defect. Debugging biasanya dilakukan oleh programmer-nya. Debugging bisa sangat menghabiskan waktu. Untuk itu, perlu diterapkan cara dan strategi yang tepat. Kita bisa memilih satu dari tiga cara:

  • Brute force – biasanya kita tambahkan print atau write dimana-mana untuk melacak kesalahan
  • Backtrackingsource code dianalisis untuk mencari kemungkinan penyebab kesalahan; bergerak dari suatu posisi hingga akhirnya ditemukan posisi kesalahannya
  • Cause elimination – menggunakan partisi biner terhadap bagian program untuk memperkecil kemungkinan posisi kesalahan

Penting sekali agar tester maupun debugger dapat bekerja dengan seefektif mungkin…

Cara mana yang sering anda pilih ?

Categories: testing
  1. nur khikmahwati
    July 26, 2009 at 2:40 pm

    ass trimakasih denagn blog ini saya bisa menyelesaikan tugas kul saya

  2. July 27, 2009 at 8:54 pm

    @nur:
    Senang bisa membantu…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: