Home > design > Sudah cukupkah ?

Sudah cukupkah ?

Sudah cukupkah design yang kita buat ? Sampai seberapa detil kita harus membuat model design untuk software yang akan kita bangun ?

Paling tidak, jawablah pertanyaan ini: siapkah programmer bekerja dengan model design yang sudah kita buat ? jangan sampai programmer masih harus memikirkan berbagai hal ini: framework apa yang sebaiknya digunakan, file apa saja yang harus dibuat, library apa saja yang bisa digunakan, bagaimana struktur menunya, bagaikan tampilan antarmukanya, dimana setiap komponen harus di-deploy, dan seterusnya…

Tugas programmer adalah menerjemahkan hasil design ke dalam lingkungan implementasi tertentu. Itu saja… Jadi, jangan bebani programmer dengan pekerjaan designer

Categories: design
  1. October 30, 2008 at 9:25 am

    Tampaknya untuk setiap desain perancangan yang dibuat, ada baiknya sang programmer turut serta, setidaknya melihat, dalam prosesnya sehingga ketika tiba waktunya untuk membuat tidak banyak terjadi kesalahan pemahaman,.

  2. yaniwid
    October 30, 2008 at 10:01 am

    Idealnya memang seperti itu ya…
    Tapi ada kalanya, programmer belum banyak direkrut saat kita masih men-design…

  3. October 30, 2008 at 2:57 pm

    Parameter ‘layak’ itu seperti apa ya, Bu ??

  4. yaniwid
    October 31, 2008 at 8:51 am

    Maksudnya ‘layak’ dianggap cukup?
    Memang agak sulit batasannya. Apalagi kalau programmer-nya adalah designer-nya juga. Jadi tidak jelas batasnya.
    Parameter yang bisa jadi acuan adalah bahwa deliverables tahap design sudah seluruhnya dibuat. Kalau mengacu ke metode yang jelas, seharusnya sudah cukup…

  5. Herman
    October 31, 2008 at 9:55 am

    Satu hal yg sering ditemui adalah seberapa mudah design kita sehingga dimengerti programmer atau kemungkinan kedua sulit sekali memperoleh ‘good programmer’ di lingkungan selain alumni ITB (no offense) yg bisa menterjemahkan design dengan baik.

  6. October 31, 2008 at 9:17 pm

    sebenernya takutnya programmer malah kurang kerjaan😛
    sekarang khan rada-rata IDE sudah bisa langsung dengan “pintar”nya menerjemahkan design ke kode jadi😀

    tapi memang gak segitunya seh

  7. yaniwid
    November 4, 2008 at 12:11 pm

    @Herman:
    Ya, design harus dibuat sedemikian rupa agar dipahami programmer. Karena itulah yang akan jadi acuan programmer.
    Keliatannya, good designer dan good programmer masih langka ya ??

    @Petra:
    Wah, jangan takut kurang kerjaan. Justru programmer bisa lebih produktif. Menurut saya, programmer masa kini harus lebih ‘aware’ terhadap teknologi dan framework yang ada saat ini. Tapi, akan sulit kalau seorang programmer harus jadi ahli segala macam. Lebih baik jadi spesialis untuk teknologi atau framework tertentu. Mengikuti perkembangan teknologi Java saja misalnya, ternyata cukup bikin mabok…

  8. Herman
    November 5, 2008 at 6:10 pm

    wah iya… sometime org melamar bilang high skill programmer or designer dari A-Z seluruh bahasa pemrograman hingga MIS tapi begitu dipanggil bilang sy baru belajar A,sy baru ngerti Z.. Yah walau tdk semua most of them begitu. Tapi lulusan IF apalagi dibawah bimbingan Yani mah pasti capable..😀

  9. yaniwid
    November 6, 2008 at 10:13 am

    Herman, di Informatika mahasiswa tidak diajarkan bahasa ataupun framework tertentu secara spesifik. Sebatas konsepnya saja. Harapannya, mahasiswa dapat dengan cepat mempelajari bahasa atau framework apapun di dunia kerjanya nanti…
    Mudah-mudahan harapannya memang tercapai…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: