Home > real time system > Kompleksitas RTS

Kompleksitas RTS

Karakteristik RTS (Real Time System) membuatnya menjadi suatu sistem yang punya tingkat kompleksitas tinggi. Untuk kategori real time embedded system, software yang kita bangun harus bisa berkomunikasi efektif dengan hardware dimana software tersebut ‘ditanam’. Pemrograman level rendah pasti banyak diperlukan. Kita tidak di-support lagi oleh OS (operating system), dan bahkan harus membangun ‘semacam’ OS khusus untuk hardware tersebut.

Untuk kategori real time control system, software harus mampu menangani data yang masuk dari berbagai sensor. Masing-masing sensor dapat membangkitkan sinyal/data secara periodik atau aperiodik. Sinyal/data aperiodik harus bisa diprediksi kemunculannya. Sinyal/data dari berbagai sensor mungkin harus diproses secara konkuren. Software juga harus mampu membangkitnya sinyal untuk berbagai actuator. Belum lagi kalau yang dikembangkan adalah sistem terdistribusi. Koordinasi dan komunikasi antar subsistem akan jadi persoalan tersendiri.

Untuk kategori real time critical system, design harus dibuat sedemikian rupa agar worst case untuk setiap response time atau execution time bisa diprediksi. Tapi juga tidak bisa terlalu pesimis sehingga jadi over design

Dan tentunya masih banyak aspek lain yang mengakibatkan RTS ini makin kompleks. Tidak heran kalau khusus untuk RTSE (real time software engineering), pernah dibuat Program Studi tersendiri yang melibatkan ITB (dulu diwakili Departemen Teknik Informatika), IPTN (sekarang PT DI), dan Universite Thomson (Prancis)…

Categories: real time system
  1. November 12, 2008 at 1:49 pm

    Kalau diperhatikan RTS ini agak-agak EL atau FT, hehe…

  2. November 12, 2008 at 1:51 pm

    Kalau diperhatikan RTS ini agak-agak EL atau FT, hehe…

  3. Herman
    November 12, 2008 at 6:14 pm

    Yani, adakah acuan yg bagus utk RTS berhubungan database. Misal perancangan database yg menuntut Real Time Process yang performansinya sangat handal. Mungkin diluar topik. Tapi kendala yg sering dihadapi adalah kemampuan software aplikasi utk mengakses database keliatan lebih tdk disukai ketimbang akses ke informasi yg ditaruh berupa file. Tapi logika sederhana harusnya lebih bagus menaruh informasi/data ke database ketimbang ke file yg menuntut I/O lebih bagus.

  4. November 12, 2008 at 7:59 pm

    yang paling menyulitkan buat saya kalau develop RTS itu adalah resource managementnya. kadang-kadang sepertinya harus memodifikasi sistem operasi untuk membuat resource management semau kita😛

  5. November 12, 2008 at 10:06 pm

    agak susah kalau real time.. takut kena gejala numerical instability.. apalagi kalau resolusi performa cpu-nya tidak stabil belum ditambah faktor sistem operasi yang kadang sulit ditebak. oleh sebab itu lebih seringnya pake discrete time

    hehe J/K

  6. November 14, 2008 at 7:13 am

    @Reisha:
    Memang software engineer harus kerjasama dengan expert lain di bidang hardware dan control. Tidak bisa bekerja sendiri.

    @Herman:
    Akses database real time ? Saya belum menemukan referensi. Tapi, kelihatannya memang akses DBMS lebih butuh waktu dibanding akses file biner yang kita design sendiri. Tentu saja jika RTS yang kita bangun bukan sistem yang ‘data intensive’..

    @Petra:
    Memang dibutuhkan RTOS sendiri agar RTS yang kita bangun bisa di-support. Kalau menggunakan OS biasa, kita tidak bisa menjamin bahwa time constraint-nya terpenuhi…

    @Peb:
    Bahkan CPU-nya mungkin harus yang khusus ya, terutama untuk sistem yang kritis…

    @all: Thanks for sharing…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: