Home > lecture, software process > Jadi, buat apa dong ?

Jadi, buat apa dong ?

Ada kesimpulan menarik yang muncul dari hasil pelaksanaan tugas analisis dan design WebApp. Kesimpulan tersebut adalah: “Dokumentasinya tambah buanyak… Kayaknya lebih cepat langsung buat programnya…”

Jadi, buat apa dong setumpuk dokumen (yang berisi berbagai model) tersebut ?

Selain sebagai dasar atau pedoman pembangunan software untuk tahap berikutnya (model requirement sebagai dasar untuk analisis; model analisis sebagai dasar untuk perancangan; model perancangan sebagai dasar implementasi dalam bentuk kode program; dst), dokumen tersebut akan sangat membantu proses perawatan (maintenance) software tersebut di masa yang akan datang. Jadi, kalau software-nya tidak operasional dan tidak perlu dirawat, manfaat dokumentasi yang lengkap memang tidak terasa.

Lebih cepat kalau langsung buat program ?

Ya, akan lebih cepat langsung membuat programnya jika software yang dibangun adalah software skala kecil. Itupun, programmer-nya harus merangkap sebagai analis dan designer.

Kompromi coba dibuat pada Agile Process Model. Dokumentasi yang lengkap tidak lagi menjadi prioritas (lihat Manifesto for Agile Software Development). Tapi itupun tidak cocok untuk setiap jenis software. Dan hanya developer yang sudah berpengalaman yang akan sukses menerapkan Agile Process Model…

Categories: lecture, software process
  1. December 9, 2008 at 9:39 am

    Heuu… Itu kesimpulan sepihaknya si Ivan Bu… Bukan kesimpulan kelompok, hihi…

  2. December 9, 2008 at 8:23 pm

    bukannya ada yang bisa generated yah😀

    *clingak clinguk*

  3. December 10, 2008 at 10:43 am

    YOOOOOOOW….

    betul banget bu… (^_^)
    Mungkin karena kemaren sample kasusnya itu terlalu kecil…
    jadi sepertinya lebih mudah kalau di koding langsung (^_^)

    Oh iya, sebenernya ada satu tambahan kesimpulan lagi bu, yang kelupaan dibilangin, “Dengan tugas ini, jadi tau kalo itulah kenapa ‘biasanya’ gaji Analis lebih besar dari programmer”
    (^_^)

  4. December 18, 2008 at 11:37 am

    Reisha, kesimpulan seperti ini memang wajar muncul kok… Jangankan dari mahasiswa, dari para praktisi-nya juga kadang-kadang begini.

    Petra, untuk membangkitkan report, tetap saja sebelumnya kita harus membuat berbagai model dulu. Biasanya jika tool yang kita gunakan cukup lengkap, maka dokumentasi bisa langsung dibangkitkan. Bahkan perkembangan saat ini adalah membuat software dengan hanya membuat modelnya saja (MDA)…

    Ya Ivan, untuk kasus di kelas memang nggak bisa terlalu besar. Nanti nggak bisa dikerjakan semalam…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: