Home > design > OOD: Relationship between classes

OOD: Relationship between classes

Saat run time, objek-objek akan saling berkomunikasi sehingga akhirnya suatu fitur perangkat lunak dijalankan sesuai skenario. Bagaimana memodelkan hal ini di tahap design ?

Hal tersebut dapat kita modelkan secara lengkap dalam bentuk relasi antar kelas. Ada tiga kategori relasi:

  • asosiasi memodelkan komunikasi antar objek saat run time
  • generalisasi memodelkan hirarki kelas; sebuah kelas didefinisikan sebagai bentuk umum dari sekumpulan kelas lainnya; atribut dan methods kelas yang lebih umum (general) akan diwariskan ke kelas-kelas turunannya (inheritance)…
  • dependensi memodelkan ketergantungan suatu kelas terhadap kelas lainnya; seberapa jauh modifikasi suatu kelas akan berpengaruh terhadap kelas lainnya…

Pemodelan yang lengkap akan membantu kita saat akan merancang setiap kelas lebih detil lagi (detail design), sehingga akhirnya siap dipetakan ke bahasa pemrograman tertentu…

Categories: design
  1. January 9, 2009 at 9:36 pm

    Jadi ingat pernah bikin note di Facebook tentang Relationship, hihi…

  2. January 9, 2009 at 11:15 pm

    Jadi ingat kuLiah dengan Ibu,.πŸ˜€

  3. January 12, 2009 at 1:57 pm

    @Reisha:
    Relasi siapa dengan siapa ??πŸ™‚

    @Dwinanto:
    Syukurlah kalau masih ingat…πŸ™‚

  4. January 13, 2009 at 4:36 pm

    Wew, siapa dengan siapa? Hoho… Ga kok Bu… Cuma menerjemahkan Relationship dalam UML ke dalam bahasa Relationship di dalam Facebook. Cukup nyambung lho Bu, hehe…

  5. January 14, 2009 at 5:12 pm

    Cihiy Reisha, jangan ngomongin kita dong ah, ga enak nih..πŸ˜›

    Btw, bu.. saya sampe sekarang masih sering ketuker tuker kalo ngegambar ketiga relasi itu di UML. Yang saya tau mah ada dua buletan, trus ada garis, hehe…

  6. January 15, 2009 at 12:32 pm

    @Ibun:
    Urusan dengan Reisha, saya nggak ikut campur ya…πŸ™‚

    Yang penting bukan hafal notasinya. Tapi justru pengertiannya. Kapan kita perlu menggambar asosiasi. Kapan asosiasi-nya kita perjelas jadi agregasi atau komposisi. Kapan kita mengubah asosiasi jadi dependensi (ini belum di-post)… Bahkan lebih detil lagi, bagaimana multiplicity-nya, bagaimana direction-nya…
    Ini penting lho, terutama pada saat kita ingin memanfaatkan tool yang mencakup code generator…

  7. January 16, 2009 at 10:21 am

    Ibun tukang fitnah…

  8. January 16, 2009 at 1:39 pm

    waduh waduh, kayanya susah ya, bu.. tapi makasi ya, bu. Mulai saat ini, saya akan belajar tentang UML dengan sungguh-sungguh, bu.. (padahal kuliahnya udah lewat, hehe).

    Btw, saya dan Reisha ga ada apa2 kok,πŸ˜€ Padahal mah yang namanya relasi kan macem2 ya, bu.. Ada dependensi juga, kaya saya dan Reisha. Saya butuh Reisha untuk dokumen UML buat tugas, makanya saya ga ngerti2 sama UML ,huhu…

  9. January 19, 2009 at 11:56 am

    @Ibun:
    Belajar nggak harus untuk kuliah kan ?

  10. January 21, 2009 at 1:23 pm

    hehe, iya bu.. bukan untuk kuliah aja.. makanya bu, saya ga mau cepet-cepet lulus, saya masih banyak pengen belajar. Nanti perwalian saya pengen cerita ya, bu…

  11. January 22, 2009 at 1:00 pm

    OK Ibun…

  1. January 13, 2009 at 9:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: