Home > Uncategorized > Naik angkot…

Naik angkot…

Menjelang akhir semester duanya di SMP, anak sulung saya mulai belajar pulang naik angkot. Jadi, rutinitas menjemputnya dengan menelusuri Jl. Djuanda, terus ke Jl. Merdeka dan Jl. Jawa yang padat pun pun bisa dihentikan…

Banyak tujuan yang ingin dicapai dengan melatihnya naik angkot. Salah satunya tentu saja untuk melatih keberanian dan ke-PD-an. Dan, saat naik angkot juga bisa digunakan untuk mengamati berbagai hal: berbagai ragam orang, berbagai kejadian… Naik angkot juga bisa melatih kesabaran kita saat angkot terpaksa ‘ngetem’ agak lama… juga melatih kita untuk berpikir dari sudut pandang yang lain…

Yang penting, pastikan kita naik dan turun dari angkot di tempat yang benar…  Angkot-angkot yang berhenti di sembarang tempat itu tentunya karena ada kontribusi kesalahan dari penumpangnya kan ??

Categories: Uncategorized
  1. January 23, 2009 at 8:15 pm

    Dulu kala saya sulit mendapatkan kesempatan ini dari orang tua, mungkin karena tingkat kekhawatiran yang tinggi, namu perlahan dengan menunjukkan sikap dewasa, kepercayaan itu pun diberikan hingga akhirnya memperoleh izin untuk “merantau” ke Bandung,.😀

  2. January 27, 2009 at 9:08 am

    Memang perlu waktu untuk akhirnya ‘tega’ melepasnya…🙂

  3. Herman
    January 27, 2009 at 12:06 pm

    Di kebanyakan pesan di film yg positif biasanya dikasih wejangan untuk tdk terlalu mau diajak akrab dg org yg baru dikenal di angkot…:D

  4. January 28, 2009 at 8:40 pm

    Assalamu’alaikum. Saya ingat bu dosen krn dulu tiap ada PR Fisika or matematika saya minta contekan. Salam baktos kangge kulawarga Bu Yani.
    (Makmur Rahardjo-Jayapura) Phone. 085232009000

  5. January 29, 2009 at 2:01 pm

    @Herman:
    Trims untuk pesannya ..🙂

    @Makmur:
    Walah… teman SMA yang kabarnya jadi marinir…🙂
    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Kumaha damang ? Dari Jayapura bisa hadir di reuni bulan depan?

  6. January 31, 2009 at 5:52 am

    Keputusan yg tepat bu, hhe… sejak SMP waktu di palembang, saya juga ‘diperintah’ utk pergi sendiri ke sekolah dg naek angkot. Secara langsung maupun tidak langsung, angkot sedikit banyak telah mengubah kepribadian saya menjadi lebih dewasa. Apalagi menghadap ‘keras’nya angkot di Palembang yang lebih ‘keras’ dibandingkan di Bandung. Terima kasih angkot ! (haha, baru kali ini saya memuji-muji angkot, krn selama ini selalu aja kesal dg angkot)

  7. February 3, 2009 at 1:50 pm

    @Ghifar:
    Segala sesuatu kan juga ada positif dan negatifnya…
    Nggak apa2 sesekali memuji angkot…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: