Home > software architecture > S/W Architecture vs NFRs

S/W Architecture vs NFRs

Arsitektur seperti apa yang cocok untuk software yang sedang kita bangun, erat kaitannya dengan kebutuhan non fungsional yang telah ditetapkan (non functional requirements/NFRs). Satu NFR dengan NFR lainnya bisa saling sinergi, bisa juga terjadi konflik. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Jika performansi adalah NFR yang kritis, pilihkan arsitektur software yang melokalisasi fungsi-fungsi yang kritis pada sebuah modul atau sejumlah kecil modul. Dengan demikian, fungsi-fungsi kritis tersebut dapat dieksekusi tanpa butuh banyak effort untuk komunikasi antar-modul…
  • Jika security adalah NFR yang kritis, maka struktur layered architecture adalah pilihan tepat. Aset yang harus diamankan disembunyikan di lapisan terdalam dengan validasi tingkat tinggi untuk setiap akses terhadap layer ini…
  • Jika safety adalah NFR yang kritis, maka fungsi-fungsi terkait safety ini juga sebaiknya dilokalisasi di satu atau sejumlah kecil modul sehingga meminimasi biaya dan effort untuk melakukan safety validation…
  • Jika availability adalah NFR yang kritis, pastikan ada komponen yang berjalan redundant sehingga jika terjadi kegagalan pada suatu komponen software, komponen cadangannya bisa mengambil alih…
  • Jika maintainability adalah NFR yang kritis, maka arsitektur yang membagi software dalam komponen-komponen yang masing-masing terbungkus dengan baik, adalah pilihan yang tepat. Modifikasi dilokalisasi di sebuah komponen, dengan efek perubahan yang seminimal mungkin terhadap komponen lainnya…

Bagaimana jika ada konflik ??

Kompromi perlu dilakukan untuk menentukan prioritas kebutuhan, sehingga solusi yang dipilih adalah solusi optimal…

Categories: software architecture
  1. January 27, 2009 at 12:17 pm

    Tampaknya yang paling cocok untuk aplikasi web adalah availability,.

  2. January 28, 2009 at 2:16 pm

    Tergantung aplikasinya… Menurut saya, security dan performansi juga hal yang penting di aplikasi berbasis web…

  3. January 28, 2009 at 5:19 pm

    untuk aplikasi web rasanya karena banyak sekali yang butuh, justru makin banyak NFRnya
    setuju, kembali ke kebutuhan webnya sih
    kalo webnya itu web perbankan jelas kebutuhannya akan banyak sekali: security, scalability, availability, dll
    kalo webnya misal aplikasi menghitung kurs, ya gak butuh banyak NFR rasanya

  4. weltam
    February 2, 2009 at 6:07 pm

    bu .. untuk software architecture buku yg bagus apa ya ?

  5. February 3, 2009 at 1:48 pm

    @Weltam:
    Saya belum coba eksplor buku2 khusus software architecture. Saya baru punya satu e-book dan kelihatannya cukup lengkap:
    The Art of Software Architecture—Design Methods and Techniques, Stephen T. Albin, 2003
    Ttg software architecture ini juga bisa dicari di buku2 software engineering yang umum. Meskipun bahasannya singkat.

  6. weltam
    February 3, 2009 at 6:10 pm

    Terima Kasih banyak ya bu …
    akan saya baca…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: