Home > software standard > Kenapa perlu standard ?

Kenapa perlu standard ?

Secara umum, keuntungan menggunakan standard tertentu untuk suatu hal adalah agar kita bisa memprediksi kualitas. Suatu hal dijadikan standard tentunya setelah diuji-coba dan terbukti menghasilkan produk -dimana standard tsb diterapkan- yang berkualitas baik. Selain itu, apabila kita terbiasa menggunakan standard, maka kita sudah punya bayangan relatif jelas tentang hal yang harus dilakukan. Tidak ada effort lagi untuk belajar hal baru.

Hal yang sama terjadi jika kita mengadopsi suatu standard dalam membuat berbagai artifak dalam pembangungan software.  Kita tidak bingung lagi untuk mendefinisikan apa saja yang harus ada dalam suatu artifak, mis. SRS (Software Requirement Specification). Saat lain, kita tidak bingung ketika harus ‘membaca’ dan memahami suatu SRS misalnya.

Yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita bisa memilih standard yang paling sesuai dengan kebutuhan. Tentunya, kita perlu sedikit mempelajari terlebih dahulu beberapa standard hingga akhirnya bisa memilih salah satu yang paling pas.  Atau, mencari informasi tentang berbagai pengalaman praktis penerapan standard pada suatu proyek. Banyaknya standard memang membuat bingung. Seperti pada gambar di posting yang lalu.

Jadi, untuk sesuatu hal yang harus kita lakukan berulang-ulang, dengan harapan dapat menghasilkan produk yang kualitasnya relatif sama, pastikan kita mengadopsi standard tertentu…

Categories: software standard
  1. February 24, 2009 at 5:45 pm

    walah, post blognya sama2 tentang standard, Bu😀

  2. wonggoblog
    February 24, 2009 at 8:32 pm

    wah, setuju banget bu…
    ibaratnya perokok, kesamaan mutu rokok harus terjaga, harus ada standarnya…
    cuman saya nggak suka ngrokok,
    industri software pun harus punya standar. kalau tidak punya, costumer akan ragu2 kualitas software yang akan dibelinya………..

  3. February 24, 2009 at 10:34 pm

    Masalahnya tidak di semua tempat standar yang dapat diterapkan adalah sama, karena mengingat perbedaan situasi dan kondisi yang variatif,.

  4. February 25, 2009 at 6:24 am

    Kalo gak ada standarnya bisa kacau beliau, ya bu. hehehe

  5. February 25, 2009 at 10:18 am

    kalo ga ada standard entar jatoh (gubrakz,,, emang motor)

  6. February 25, 2009 at 4:53 pm

    @Petra:
    Iya sama ya… Saya posting ttg standard karena baru selesai ngajar Req Engingeering yg salah satu bahasanya dokumen SRS standard-nya IEEE. Jadi saling melengkapi ya…🙂

    @wonggoblog:
    Ya, pemakaian standard mendukung pencapaian kualitas yang relatif sama. Sayangnya, banyak yg belum mau mengadopsi standard dg alasan terlalu banyak effort yg diperlukan…

    @Dwinanto:
    Beberapa standard punya fasilitas untuk tailoring, sehingga bisa disesuaikan dgn kebutuhan kita…

    @Alris:
    Mungkin nggak sampai kacau sekali ya…
    Tapi, bisa ada yang kelupaan…

    @Dhimas:
    Nah.., ini manfaat standard yg lain ya…🙂

  7. Ki Syafrudin
    October 28, 2009 at 8:57 pm

    Kalau di kami, bakuan yang kami gunakan merupakan bakuan internal yang dirumuskan oleh kantor pusat. Bakuan ini diturunkan terutama dari bakuan IEC dan CENELEC (terutama untuk RAMS-nya), IEEE (terutama software process-nya) dan MIL-STD (terutama untuk system engineering-nya).
    Karena sudah diramu dari pusat, kami tidak menghadapi kebingungan memilih, yang tersisa “kesulitan” menerapkannya🙂

  8. October 29, 2009 at 6:07 pm

    Bagus dong kalau sudah punya standar. Awalnya harus ada effort untuk belajar. Berikutnya sudah lancar…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: