Home > critical system > Fault vs Failure

Fault vs Failure

Pada sistem yang fault tolerant, ada perbedaan antara fault dengan failure. Failure adalah kegagalan yang bisa diketahui atau dilihat jelas (observable) oleh user, sedangkan fault lebih bersifat internal. Sistem yang fault tolerant harus bisa mendeteksi fault yang terjadi serta melakukan aksi tertentu agar fault tersebut tidak berubah menjadi failure. Ya, failure dapat mengakibatkan berbagai kerugian, karena itu harus dihindari. Misalnya, meski terjadi fault, air traffic control harus tetap hidup untuk memandu pesawat hingga berhasil tinggal landas atau mendarat dengan selamat.

Ada empat aspek yang harus ada pada sistem yang fault tolerant : fault detection, damage assessment, fault recovery, dan fault repair. Tentu saja tidak seluruh sistem yang kita buat harus fault tolerant. Hanya sistem yang kritis saja yang perlu memiliki empat aspek di atas. Yang tidak terlalu kritis, cukuplah kita deteksi secukupnya…

Categories: critical system
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: