Changes

Perubahan (atau pengubahan ya ?) pada spesifikasi kebutuhan perangkat lunak adalah hal yang natural (wajar) terjadi. Tapi ternyata frustasi juga kalau terus-terusan berubah ya…

Saya sedang terlibat dalam sebuah proyek pembangunan perangkat lunak. Awalnya, kami mendefinisikan sebuah sistem yang ideal. Perangkat lunak pun sudah hampir jadi sekitar 80%. Selanjutnya, kami mulai ‘mendekati’ calon customer yang kira-kira berpeluang untuk mengoperasikan sistem ini. Tertarik. Tapi ternyata, customer kami meminta berbagai tambahan  dalam rangka otomasi berbagai prosedur yang sebelumnya dilakukan secara manual. Masalah pertama adalah prosedur yang selama ini dilaksanakan ternyata tidak seragam di berbagai unit. Maka, progress 80% turun drastis jadi… 20% (?).

Kami kembangkan lagi. Kami ‘paksakan’ untuk seragam karena otomasi akan sulit jika ketidakseragaman masih terjadi. Progress pun akhirnya mencapai 80% lagi ketika berbagai demo dilakukan. Sampailah kami pada jadwal demo dan simulasi bagi para calon pengguna di lapangan. Ketidakseragaman yang ‘dipaksakan’ ternyata jadi masalah lagi. Mungkin progress pekerjaan kami saat ini turun lagi jadi 50% …😦

Ya, itulah yang terjadi sistem yang akan dibangun masih dicari ‘bentuk’-nya. Sama-sama belum paham seperti apa bentuk yang paling ideal. Apalagi berbagai aturan yang melatarbelakanginya masih didefisinisikan. Masalah yang dihadapi bukan lagi masalah teknis pembangunan perangkat lunak, tetapi lebih kepada berbagai masalah non teknis seperti kejelasan aturan serta kelayakan untuk dioperasikan. Apabila ini melibatkan banyak unit yang beragam, maka masalah makin bertambah…

(terima kasih untuk Tina, Reisha, dan Andra yang masih ‘setia’ membantu…🙂 )

  1. May 3, 2009 at 4:37 pm

    Iya bu, sering banget nemuin situasi spt itu. Butuh peran dari orang2x Sistem Informasi utk menganalisis dan merumuskan prosedur2x atau proses bisnis dari customer. Yg lebih repot lagi apabila sang penentu/pembuat kebijakan (alias pimpinan perusahaan) tidak ikut ambil bagian utk merumuskan jalan keluar. Kalau nurut ke kemauan pimpinan masing2x unit/divisi, wah ga bakal ada habisnya.

    Seringkali perusahan meminta agar kita bantu membenahi sistem kerjanya, supaya sejalan dgn solusi IT (yg kita buatkan). Tetapi dalam pelaksanaannya, kembali lagi ke faktor manusianya, mampu untuk berubah atau tidak hehe. Utk soal ini, nyambung dgn Change Management-nya pak Rhenald Kasali.

  2. May 4, 2009 at 5:29 pm

    Setuju, butuh peran orang-orang SI untuk mendefinisikan proses bisnis yang baik.
    Ya, sebaik apapun tidak akan jalan kalau tidak didukung semua pihak, termasuk pihak pimpinan.
    Dan iya, kebanyakan orang masih enggan berubah/mengubah gaya kerjanya meskipun gaya kerja yang baru sebenarnya lebih efisien…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: