Home > soa > Service Oriented Architecture

Service Oriented Architecture

SOA (Service Oriented Architecture) adalah salah satu bentuk arsitektur sistem/perangkat lunak yang berorientasi service. Apa artinya ? Perangkat lunak aplikasi yang dibangun dengan arsitektur berorientasi service memiliki fitur-fitur fungsional yang dikomposisi dari satu atau lebih service. Ada yang menggambarkan arsitektur berorientasi service dalam bentuk lapisan (layered). Urutan lapisan dari atas ke bawah kira-kira adalah sebagai berikut:

  • interface layer
  • application layer
  • business service layer
  • business object layer

Lapisan-lapisan dibawahnya lagi adalah middleware sampai ke operating system.

Yang baru adalah lapisan business service. Komponen di application layer dibuat dengan melakukan komposisi komponen di business service layer. Sebuah komponen di business service layer (yaitu sebuah service) bisa menjadi bagian lebih dari satu komponen di application layer. Ya, ada reuse di sini… Itulah satu kelebihan yang ditawarkan SOA. Kita memanfaatkan service yang sudah ada untuk mendefinisikan sebuah fitur baru…

Lebih detil tentang SOA bisa dilihat di sini.

Categories: soa
  1. September 24, 2009 at 11:07 pm

    Reuse di OOP dengan reuse di SOA bedanya apa ya bu?

  2. September 28, 2009 at 9:43 am

    Di OOP, yang direuse adalah kelas. Di SOA, service. Implemantasinya, sebuah service bisa di-support satu atau lebih kelas..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: