Home > lecture > Blended Learning

Blended Learning

Blended learning menggabungkan berbagai metode pembelajaran. Resources untuk belajar mengajar pun disajikan dalam berbagai media. Tujuannya tentu saja agar proses learning berjalan lebih efektif, baik bagi dosen maupun mahasiswa.

DitDik ITB ingin mulai mengadopsi metode ini. Untuk itu, sejumlah matakuliah semester depan akan mulai menerapkannya. Ada 50 lebih matakuliah di berbagai Prodi di ITB, termasuk diantaranya RPL Lanjut yang saya pegang.

OK, ayo berinovasi…

Categories: lecture
  1. July 27, 2009 at 10:49 pm

    wow..
    metodenya akan apa saja Bu untuk RPLL?
    agar bisa ikut siap2 untuk meng-asisteni RPLL nanti, hehehe

    -nur

  2. July 28, 2009 at 11:03 am

    Nur, ayo kita diskusikan…๐Ÿ™‚

  3. August 5, 2009 at 6:24 am

    wah, Bu.. bakal interaktif dong kuliahnya๐Ÿ˜€

    seru.. seru..๐Ÿ™‚

  4. August 5, 2009 at 7:53 pm

    Ya Arya, mudah2an seru…๐Ÿ™‚
    Baru tadi siang ikut workshop untuk persiapannya…

  5. August 6, 2009 at 2:29 pm

    yg pasti saat kuliah mahasiswa atau dosennya tidak perlu bawa “blender” kan ? … hehehe๐Ÿ™‚

  6. August 7, 2009 at 2:37 pm

    Tidak perlu Pak… tinggal “minum”…๐Ÿ™‚

  7. herman
    August 12, 2009 at 12:37 pm

    Apa bedanya ya dgn e-learning Yan?
    Corenya multimedia? misal kalau digabungkan dengan video streaming ie. streaming server lebih menarik. Dengan GPRS yg sdh murah (gratis malah utk BB) bisa realtime streaming lihat Yani mengajar baik menggunakan minimal wap portal (utk tingkat investasi lanjut video conference).
    Tapi harus dianalis juga tuh dampak penggunaaan yg innovatif apa menurunkan tingkat penyerapan pelajaran krn face to face sepertinya tetap lebih baik. Akan tetapi kalau tools nya saja lebih interaktif justru meningkatkan kreativitas, bukan pada innovasi perubahan cara menerangkan pelajaran.

  8. herman
    August 12, 2009 at 12:38 pm

    ralat gprs BB nggak gratis tapi murah :d

  9. August 14, 2009 at 4:20 pm

    Gampangnya, blended learning adalah gabungan pembelajaran konvensional (tatap muka) dan e-learning. Target utamanya adalah agar siswa makin paham. Jadi, berbagai media tambahan dijadikan alternatif sarana pembelajaran. Fokusnya bukan di medianya (IT-nya)…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: