Home > testing > Stress Testing

Stress Testing

Stress testing adalah salah satu jenis pengujian sistem (system testing). Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah perangkat lunak secara keseluruhan mampu menangani kebutuhan sumberdaya yang tidak normal (mencakup kuantitas, frekuensi, maupun volume).  Apakah data dalam jumlah sangat besar, dengan frekuensi sangat tinggi, serta volume yang sangat besar mengakibatkan performansi atau bahkan fungsionalitas perangkat lunak terganggu atau tidak…

Jadi, meskipun perangkat lunak anda sudah berjalan baik di setiap fiturnya, pastikan juga perangkat lunak tetap berjalan baik saat diberi ‘beban berat’. Jangan hanya menguji dengan data uji yang terbatas…

*Recovery testing
nchecks the system’s ability to recover from failures
*Security testing
nverifies that system protection mechanism prevent improper penetration or data alteration
*Stress testing
nprogram is checked to see how well it deals with abnormal resource demands (i.e., quantity, frequency, or volume)
*Performance testing
ndesigned to test the run-time performance of software, especially real-time software
Categories: testing
  1. September 29, 2009 at 7:52 pm

    Wah, baru tau. Ini yang miss dari SI Kinerja kemarin bu😀

  2. September 29, 2009 at 8:28 pm

    Ya, ini yang miss (dan banyak yang lainnya juga)…🙂

  3. September 29, 2009 at 10:24 pm

    bukankah seharusnya kapasitas beban sudah tercantum dalam kebutuhan non-fungsional sejak awal? jadinya stress testing bisa terarah, variabel mana yang menjadi faktor keberhasilan perangkat lunak dan bisa mengurangi pengujian yang tidak diperlukan.

  4. September 30, 2009 at 10:31 am

    Ya Peb, ada yang seharusnya didefinisikan eksplisit di kebutuhan NF. Tapi, bisa juga muncul di detail design.
    Yang jelas, kebutuhan F dan NF harus diuji bertahap: unit testing, integration system, system testing, dan acceptance testing…

  5. October 7, 2009 at 8:38 am

    setuju sama peb, seharusnya target beban sudah diketahui sejak awal.
    dan yang paling miss itu kadang tahap tune-up itu sering dilupakan dalam tahap implementasi.

  6. October 7, 2009 at 1:50 pm

    Setuju juga. Deskripsi kebutuhan yang cukup detil sejak awal itu juga yang sering miss…

  7. chairun nisa
    July 3, 2015 at 10:57 am

    ada contoh dokumennya ga ya min? kalo ada boleh minta ga nih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: