Home > digital learning, research > Distance Learning

Distance Learning

Distance learning atau distance education adalah sebutan untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan jarak jauh. Ternyata sudah dimulai sejak tahun 1728 (Wiki). Makin berkembang saat layanan pos juga berkembang (abab ke-19). Dan makin besar sejak Open University mulai dibangun di UK (1969). Open University ini kemudian diadopsi di berbagai negara. Tahun 2006, Sloan Consortium melaporkan lebih dari 96% college dan university besar di US sudah menawarkan on-line courses. Berkembangnya penggunaan komputer dan internet sangat berperan besar dalam hal ini…

Ya, belajar tidak perlu lagi mengharuskan siswanya untuk berkumpul di saat dan di tempat yang sama. Apalagi jika berbagai kendala untuk meninggalkan tempat asalnya juga cukup besar.  Seperti kasus para guru SD di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini ada sekitar 1,2 juta guru SD di seluruh Indonesia yang belum Sarjana. Ini yang akan ‘diberantas’ dengan berbagai program belajar jarak jauh. Tidak mungkin para guru SD ini meninggalkan tempat tugasnya, karena sangat dibutuhkan untuk tetap mengajar…

Penelitian Digital Learning yang diselenggarakan atas kerjasama ITB (PPTIK) dan UPI (seperti saya ceritakan di sini) ingin mendukung program tersebut. Perlu dirancang TIK yang paling pas untuk dipasang di SD-SD di pelosok, agar program belajar jarak jauh ini bisa berjalan lancar.  Karakteristik wilayah Indonesia yang khas menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mencari solusi yang paling ideal…

Categories: digital learning, research
  1. November 9, 2009 at 12:35 pm

    alternatif solusi yang ada apa saja Bu? kalau yang saya bayangkan, tidak bisa menggunakan pendekatan yang ada di luar negri khususnya di negara maju.

    ada dua pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer yaitu di ruang kelas (media pembantu guru menerangkan) dan perpustakaan (media mengakses pengetahuan mandiri).

    tetapi sepertinya di Indonesia apalagi pelosok untuk mencapai personal (satu siswa satu komputer) mungkin sulit dan mahal. alangkah baiknya jika komputer yang tersedia bisa dinikmati beberapa orang sekaligus. misal untuk hardwarenya mendukung multi-mouse (jika perlu tanpa keyboard) dan display yang luas (mis. proyektor).

    dari segi isi, yang dipertimbangkan a.l. tidak dalam bentuk paragraf tetapi lebih pada animasi/visualisasi bisu (tidak perlu pakai suara karena dipakai untuk beberapa orang mengakses berbagai materi bersamaan).

  2. November 9, 2009 at 4:25 pm

    Penelitiannya masih berjalan. Yang jelas solusinya mengarah ke koneksi internet yang paling pas untuk daerah rural, tidak harus selalu on-line ke Pusat (cukup on-line ke komunitas di wilayahnya), hemat listrik, dst. Mekanisme sinkronisasi jadi salah satu isu. Dan perlu dipertimbangkan juga penggunaan hardware yang memang agak khusus…

  3. November 9, 2009 at 6:56 pm

    wah, kalau begitu masih jauh dari isu ‘learning’nya dong Bu?

  4. November 9, 2009 at 8:08 pm

    Inovasi learning-nya dikembangkan rekan2 dari UPI…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: