Home > lecture, programming > Resume PTI A Sem I 09/10

Resume PTI A Sem I 09/10

Kuliah PTI A (Pengantar Teknologi Informasi) yang diberikan untuk mahasiswa tahun pertama STEI ini memang lebih berbau pemrograman prosedural. Peserta yang ratusan jumlahnya dibagi dalam 6 kelas. Saya mengajar di K-06. Kuliahnya sudah berakhir. Apa saja yang sudah dibahas ? Diawali dengan materi tentang teknologi informasi yang hanya diberikan dalam waktu 2 jam, dilanjutkan dengan kuliah-kuliah berikutnya yang diisi dengan materi pemrograman prosedural.

Setelah berkenalan dengan notasi algoritmik, dibahas berbagai konstruksi dalam pemrograman prosedural. Dimulai dengan membahas variabel, konstanta, tipe dasar, tipe enumerasi, dan tipe bentukan, diteruskan hingga mahasiswa mampu membuat algoritma sederhana berupa ekspresi, assignment, dan aksi sekuensial.

Lebih lanjut, dibahas tentang analisis kasus dan berbagai konstruksi yang bisa digunakan seperti if-then, if-then-else, dan depend-on. Lebih maju lagi, dibahas skema pengulangan dan berbagai konstruksi yang bisa digunakan seperti while-do, repeat n times, repeat-until, dan traversal. Setelah paham skema pengulangan, diajarkan pula skema pemrosesan sekuensial dengan model MARK dan model TANPA-MARK, dengan atau tanpa KASUS-KOSONG.

Materi berikutnya adalah array, suatu tipe yang memungkinkan kita untuk menampung sekumpulan data sekaligus. Setelah paham array, berbagai algoritma searching (model TANPA-BOOLEAN dan model DENGAN-BOOLEAN), algoritma mencari nilai ekstrim,Ā  dan algoritma sorting (counting-sort, selection-sort, insertion-sort) diperkenalkan.

Berlanjut ke materi berikutnya tentang mesin abstrak dan file sekuensial. Mesin abstrak yang diperkenalkan adalah mesin gambar dan mesin karakter.Ā  Materi terakhir, yaitu pemrosesan rekurens, tidak jadi diberikan dengan berbagai pertimbangan dari tim dosen.

Menurut saya, salah satu tantangan terbesar buat dosen pengajar pemrograman adalah membuat mahasiswanya yakin bahwa memrogram itu menyenangkan. Kalau sudah senang, mahasiswa dapat aktif sendiri melatih dirinya memrogram. Ya, agar jadi pemrogram hebat, jam terbang tentunya harus tinggi…šŸ™‚

Categories: lecture, programming
  1. December 16, 2009 at 9:28 pm

    Menurut saya, salah satu tantangan terbesar buat dosen pengajar pemrograman adalah membuat mahasiswanya yakin bahwa memrogram itu menyenangkan.

    sejujurnya bu, kuliah pemrograman (dasar) di informatika lebih terasa sebagai doktrin (karena sebetulnya masih belum paham, tapi dibiasakan memakai) bahkan bagi yang sudah ‘keracunan’ memrogram sebelum mendapat materi di bangku kuliah.

    Walaupun memang kebiasaan tersebut praktek yang baik dalam membuat program, tapi kalau targetnya adalah ‘menyenangkan’, selama materi pemrograman masih ditelan seperti doktrin sepertinya masih jauh panggang dari api.šŸ˜€

  2. December 17, 2009 at 8:22 am

    Dikoreksi ya Peb, targetnya adalah membuat pesertanya mampu memrogram dengan mengikuti skema pemrograman yang baik. Ini jadi seperti ‘doktrin’ ya ?šŸ™‚
    Nah, tantangannya adalah membuat ‘pen-doktrin-an’ cukup menyenangkan shg akhirnya mereka senang memrogram. Ini yg masih sulit. Baru berhasil thd bbrp orang…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: