Home > process improvement > CMM vs PRT

CMM vs PRT

Katanya saat ini orang susah cari pekerjaan. Tetapi ternyata, untuk PRT, saya mulai kesulitan mencarinya. Kalaupun ada, tidak tahan lama. Dua atau tiga bulan sudah minta berhenti dengan berbagai alasan. Tidak seperti asisten saya sebelumnya yang betah sampai belasan tahun. Jadi, saya harus berasumsi bahwa PRT hanya akan bertahan dua atau tiga bulan.

Capek juga mengajari PRT baru dengan segala rutinitas di rumah. Kelihatannya, sudah saatnya saya menulis prosedur, membangun ‘software‘, yang bisa di-run oleh siapa saja, PRT lama maupun baru. CMM level 2 lah… repeatable…πŸ™‚

(CMM = Capability Maturity Model; menunjukkan kematangan suatu organisasi)

Categories: process improvement
  1. January 9, 2010 at 9:42 am

    intinya Knowledge Management System yang baik, Bu (loh?)

  2. January 12, 2010 at 8:29 am

    Saya pernah dikasih tahu bahwa knowledge sebaiknya “menempel” di sistem, jadi kalau orangnya ganti sistem tetep bisa jalan … yah mungkin bahasa keren-nya knowledge management itu ya …

  3. Mas Syafrudin
    January 13, 2010 at 1:22 pm

    @Oemar Bakrie:

    Dalam manajemen mutu, katanya Pak kita harus menentukan spesifikasi orang untuk setiap pekerjaan. Lalu tergantung spesifikasi tersebut, kita kemudian bisa menentukan Knowledge mana yang sudah nempel ke orang, lalu mana yang harus ditambahkan ke sistem, biasanya dalam bentuk WI (Work Instruction).

    Ketika kita menentukan spesifikasi orang yang membersihkan komputer kita adalah lulusan SMK TI, seharusnya WI tidak diperlukan. Tapi kalau cuma lulusan SMP apalagi SD, bukan cuma WI dibuat sampai langkah demi langkah, tapi juga besar kemungkinan kita perlu memberi label ke komputer kita agar dia tahu mana yang disebut papan ketik, layar, dan seterusnya.

    Jadi ingat pengalaman di dasawarsa 90, satpam kita mengalami kesulitan ketika diminta bantuan untuk mematikan komputer di bawah meja, dia menjawab nggak ada komputer di bawah meja, yang ada di atas meja. Ternyata yang sepengertian dia, layar itu ya komputer.

  4. January 15, 2010 at 6:28 pm

    Idealnya memang ada KMS-nya (Knowledge Management System) ya.. Tapi saya cukup puas apabila berhasil ‘menuliskan’ prosedur kerja PRT yang mudah dipahami oleh PRT…πŸ™‚

    Ketergantungan terhadap seseorang memang membuat suatu organisasi jadi tidak sehat. Karena resiko orang tsb pergi selalu ada.

    Wah, detil juga WI-nya ya…
    Pembuatan WI tentunya harus memperhatikan profil dari pekerjanya ya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: