Home > software process > Agile, bisakah ?

Agile, bisakah ?

Ya, bisakah model proses agile diterapkan di Indonesia? Model proses ini memang cocok untuk kondisi dimana fitur atau kebutuhan software yang akan dibuat sering mengalami pengubahan (kondisi di Indonesia sangat pas). Akan tetapi, bisakah customer kita libatkan lebih intensif (kondisi yang paling sering ditemui adalah sulitnya mengatur jadwal meeting)? Maukah calon user kita beri demo dan minta feedback setiap dua minggu? Benarkan software memang harus selesai secepatnya (bukan mengacu pada tahun anggaran)?

Mungkin ada budaya yang perlu diubah dulu jika ingin menerapkan model proses agile ini ya…

(Bisa membaca uraian terkait sebelumnya di sini)

Categories: software process
  1. weltam
    March 11, 2010 at 11:11 am

    kebanyakan di indonesia menggunakan model prototype sih bu..

  2. March 15, 2010 at 5:56 pm

    Banyak juga yang masih waterfall karena tahapannya jelas, dan bisa dijadikan acuan untuk turunnya termin…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: