Home > design > Jadi, buat apa dong ? (2)

Jadi, buat apa dong ? (2)

Menyambung tulisan di sini

Pada model perancangan (metode OO), apa gunanya class diagram ? Apa gunanya sequence diagram, atau collaboration diagram ? Apa gunanya statechart ? Apakah untuk diberikan kepada programmer agar dia bisa membuat kode programnya ?

Bukan! Diagram-diagram tersebut adalah alat bantu bagi designer agar dapat menghasilkan rancangan detil seluruh kelas (design class). Detil, artinya tiap kelas sudah lengkap atribut dan operasinya. Detil, artinya seluruh asosiasi antar kelas sudah ‘diterjemahkan’. Misalnya, asosiasi diterjemahkan menjadi pemanggilan method (method kelas A memanggil method kelas B), agregasi diterjemahkan menjadi atribut (kelas part menjadi atribut dari kelas whole), dan lain-lain.

Programmer tinggal menerima spesifikasi detil seluruh kelas yang harus dikode (termasuk di dalamnya spesifikasi detil atribut-atributnya dan spesifikasi detil seluruh method-nya). Jangan minta programmer untuk memahami berbagai diagram perancangan itu…

Categories: design
  1. September 1, 2010 at 3:58 pm

    Nice Artikel, inspiring in my angle.
    Have a nice day🙂

  2. October 1, 2010 at 7:15 pm

    @yohan:
    Thx juga untuk kunjungannya…🙂
    Semoga bermanfaat…

  3. August 24, 2013 at 9:02 am

    Artikelnya udah lama tapi sangat membantu saya memahami bagaimana pemodelan berbasis kelas kelas.
    Terima kasih, Bu.

  4. chicicuitcit
    April 6, 2014 at 10:49 pm

    sangat membantu untuk sidang nanti bu,
    Terima kasih, Bu.

  1. March 24, 2011 at 3:23 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: