Home > digital learning > Mengajar anak SD…

Mengajar anak SD…

Rabu (10/11) yang lalu, saya menemani satu grup penelitian yang akan melakukan uji coba virtual class di dua SD di Subang. Kelas di satu SD harus bisa diikuti secara virtual oleh kelas lain di SD satunya lagi. Bukan virtual class-nya yang akan saya ceritakan di sini. Tapi sampingannya…

Berhubung persiapan peralatan dan software yang digunakan memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan, maka anggota tim meminta saya untuk bercerita apa saja di depan kelas. Jadilah, saya bercerita tentang apa yang sedang coba kami lakukan. Bagaimana kelas di SD lain bisa diikuti dari kelas di SD ini (kebetulan saya memantau kegiatan di SD peserta kelas virtual, bukan penyelenggara kelas). Bagaimana gambar dan suara bisa ‘jalan-jalan’ dan akhirnya sampai di ‘alamat’ yang tepat di SD sini. Agak terbata-bata juga saya menjelaskan hal ini di depan anak SD kelas 6 di Subang. Apalagi mereka lebih terbiasa dengan Bahasa Sunda.Ā  Meskipun sudah berusaha mencari istilah yang pas dan mudah dipahami (misalnya dengan analogi mengirim air dengan saluran air/selang air), keceplosan juga beberapa kata seperti: sinyal, digital, teknologi…šŸ™‚

Yah, ternyata mengajar mahasiswa lebih gampang daripada mengajar anak SD. Apalagi kalau mahasiswanya sudah pinter-pinter…šŸ™‚

Categories: digital learning
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: