Home > design pattern, final project, soa > SOA Design Pattern

SOA Design Pattern

Gisca (2007) mengkaji berbagai SOA Design Pattern, yaitu design pattern yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi berbasis SOA (service-oriented architecture). Ternyata ada cukup banyak. Yang ditemukan Gisca ada 78. Dari sebanyak itu, tentunya orang akan kebingungan memilih. Nah, Gisca mencoba membuat panduan pemilihannya. Gisca menelusuri ke-78 design pattern tersebut sehingga bisa membuat kategori berdasarkan prinsip desain dan tipe arsitektur service-nya. Menurut Gisca, kita juga bisa memilih design pattern berdasarkan tujuan strategis pembangunan aplikasinya. Dari ke-7 tujuan strategis tersebut, kita bisa menentukan design pattern yang cocok untuk dipilih.

Selanjutnya, ada design pattern yang baru bisa kita pilih setelah jelas domain problem dari aplikasi yang akan dibangun. Sebagai studi kasus, Gisca memilih domain industri retail.  Untuk domain ini, teridentifikasilah 14 design pattern yang bisa digunakan, antara lain:  service normalization, service facade, agnostic context, dll. Gisca membangun tiga aplikasi berbasis SOA: SITOKO, SIVENDOR, dan SIINVENTORI. Ke-14 design pattern digunakan untuk merancang struktur service-service ke-3 aplikasi tersebut.

Another good work!🙂

  1. April 13, 2012 at 11:14 am

    Assalamualikum…
    Mau tanya nih sama ibu yanawid tentang design pattern…
    design pattern itu sebenernya ketika diterapkan ke object oriented itu seperti apa ya bu??
    saya sudah mencari referensi di mbah google tapi masih kurang mengerti tentang kata-kata ” solusi umum yang dapat digunakan secara berulang kali untuk menyelesaikan masalah-masalah umum yang ditemukan dalam desain perangkat lunak”
    mohon bantuannya bu..

  2. April 14, 2012 at 3:12 pm

    Design pattern, mirip dengan pengertian pattern/pola pada umumnya, kita gunakan untuk membantu membuat solusi persoalan yang mirip. Pola baju kita gunakan untuk membantu kita membuat baju dengan ukuran dan model tertentu.
    Untuk S/W yang dirancang dengan pendekatan OO, kita bisa memanfaatkan berbagai pattern yang sudah ada. Bentuk pattern-nya adalah potongan diagram kelas yang bisa kita gunakan untuk menangani persoalan tertentu. Potongan diagram kelas tsb biasanya terdiri dari satu atau beberapa kelas yang masing-masing punya peran tertentu. Diagram kelas tsb memperlihatkan hubungan antar kelas seperti apa yang paling tepat untuk menjadi solusi persoalan tertentu.
    Agar lebih jelas, silahkan melihat contoh-contoh design pattern yang sudah ada, misalnya di bukunya Gamma dkk (Gang of Four) yang berisi katalog design pattern.
    Semoga cukup membantu…

  3. April 14, 2012 at 4:17 pm

    Ibu saya ingin bertnya lagi untuk memperjelas..Kan di atas ibu bilang ” Untuk S/W yang dirancang dengan pendekatan OO, kita bisa memanfaatkan berbagai pattern yang sudah ada. Bentuk pattern-nya adalah potongan diagram kelas yang bisa kita gunakan untuk menangani persoalan tertentu. ” Jadi maksudnya disini kita bisa menggunakan class dari sistem lain yang bisa digunakan pada sistem yang akan kita bangun????
    Misalkan kita ingin membuat sistem inventori, lalu kita mengambil kelas dari sistem point of sale(pos) yang bisa digunakan pada s.inventori kita??? Begitu maksudnya bu??

    Iya ibu saya udah sampai beberapa halaman membaca buku GOF, tapi belum selesai. Kebetulan berkunjung ke blog ibu jadi sekalian nanya aja bu…🙂

  4. April 15, 2012 at 6:56 pm

    Yang kita manfaatkan adalah pattern berupa potongan diagram kelas. Jadi, membantu kita saat merancang diagram kelas untuk P/L yang kita bangun. Implementasinya (kodenya) tentu saja harus kita buat sendiri. Akan tetapi, beberapa framework/lingkungan pemrograman ada yang sudah menyediakan implementasi beberapa pattern. Kita tinggal pakai dan sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya Observer Pattern yang sudah dibuat dalam bahasa Java…
    Disebut ‘potongan diagram kelas’ karena memang ukuran pattern biasanya kecil. Fokus untuk menyelesaikan suatu persoalan. Misalnya Singleton Pattern membantu kita merancang suatu kelas yang bisa menjamin hanya akan ada satu instans…

  5. April 15, 2012 at 8:59 pm

    Ibu trima kasihh, nnti tanya lagi ya buu😀

  6. April 15, 2012 at 10:14 pm

    Assalamualaikum..
    Selamat malem ibu, makasih bu penjelasannya, saya sudah sedikit mengerti bu..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: