Home > Uncategorized > Let’s Tafakur: Sikap…

Let’s Tafakur: Sikap…

Sikap seseorang selalu dipengaruhi oleh keyakinannya. Pengetahuan saja biasanya tidak cukup untuk menjadi dasar seseorang bersikap tertentu. Keyakinan yang mengakar kuat di dalam kalbu, akan sangat mempengaruhi cara seseorang bersikap merespon kejadian tertentu. Contohnya, seorang siswa yang tidak sungguh-sungguh belajar, pastilah karena keyakinan akan pentingnya belajar sungguh-sungguh belum mengakar kuat. Dia baru sebatas ‘tahu’ saja. Tahu dari nasihat orangtuanya, tahu dari pendapat umum di lingkungannya.

Maka, penting sekali untuk memiliki keyakinan yang ‘benar’, keyakinan yang mengandung kebenaran hakiki. Keyakinan yang salah akan melahirkan sikap yang salah. Sikap yang salah seringkali ‘merampas’ DBAS yang sedang kita usahakan. Apa contohnya?

Seseorang yang punya keyakinan bahwa ‘sabar itu ada batasnya’, akan merasa berhak untuk marah jika didzalimi seseorang. Marah, maka DBAS kita terampas. Padahal menurut ‘manual book’, sabar itu tidak ada batasnya, sabar itu diwajibkan seperti wajibnya shalat. Jika kita bersabar, maka Allah akan membalas dengan pahala. Sabar, maka DBAS kita terpelihara.

Seseorang yang punya keyakinan bahwa ‘rejeki itu ditetapkan Allah berbeda-beda’, tidak akan merasa risau kala sedang kekurangan. Tidak terampas DBAS-nya saat melihat orang lain lebih sukses, padahal misalnya dia lebih keras berusaha. Kita hanya bisa berikhtiar, Allah yang akan menetapkan hasilnya…

Seseorang yang punya keyakinan bahwa ‘sakit itu suatu kerugian’, akan gundah saat dia tidak kunjung sembuh. Berbeda dengan orang yang punya keyakinan bahwa ‘sakit itu adalah salah satu sarana penghapus dosa’. Dia akan tetap sabar dan terus berikhtiar mencari kesembuhan…

Maka, apabila ada seseorang yang ‘salah’ sikapnya, kita tidak bisa sekedar menyalahkan sikapnya tersebut. Kita harus menggali lebih dalam, keyakinan seperti apa yang tertanam di dalam kalbunya.

Maka, apabila DBAS kita terampas, cek lagi sikap apa yang salah, keyakinan apa yang ada dibaliknya yang harus kita revisi…

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: